Tasikmalaya, Jabarupdate : Musibah tragis terjadi di kawasan aliran sungai Bendungan Leuwikeris, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).
Seorang pelajar SMP Negeri 1 Cineam bernama Alif Albar Purnama, siswa kelas VII, meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di sungai yang berada di bawah Jembatan Haurseah.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman sekolah, dan masyarakat sekitar. Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan terbuka yang memiliki risiko tinggi.
Korban Diduga Tidak Mengetahui Kedalaman Sungai
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah berenang di kawasan Sungai Leuwikeris. Diduga korban belum memahami kondisi medan di lokasi, termasuk kedalaman sungai yang berubah secara tiba-tiba.
Saat berada di dalam air, korban mengalami kesulitan dan akhirnya tenggelam. Insiden tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban yang berada tidak jauh dari lokasi.
Ketika menyadari anaknya tidak terlihat di permukaan air, sang ibu langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar sungai.
Warga Berupaya Menyelamatkan Korban
Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar segera melakukan pencarian. Mereka berusaha menyisir lokasi hingga akhirnya berhasil menemukan korban di dasar sungai.
Korban kemudian dievakuasi ke daratan dan warga sempat memberikan pertolongan pertama dengan harapan nyawanya dapat diselamatkan. Namun, karena diduga terlalu lama berada di dalam air, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
FK Tagana Tasikmalaya Benarkan Kejadian
Ketua Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, membenarkan adanya peristiwa tenggelam yang menimpa seorang pelajar SMP di kawasan Leuwikeris.
“Iya, kami mendapatkan informasi dari Linmas setempat terkait kejadian tenggelamnya anak SMP di Cineam,” ujarnya.
Ia mengatakan korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jasad korban sudah ditemukan dan dievakuasi kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” katanya.
Menurut Jembar, pihak keluarga memilih segera memakamkan korban. Atas permintaan keluarga dan mempertimbangkan kondisi di lapangan, proses pemakaman dilakukan tanpa menunggu kedatangan tim Inafis dari kepolisian.
“Pihak keluarga korban dan masyarakat setempat tidak menunggu dari pihak Inafis kepolisian untuk datang ke lokasi,” tambahnya.
Pengingat Penting untuk Keselamatan di Sungai
Meninggalnya Alif Albar Purnama menjadi duka bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Cineam dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Korban yang masih duduk di bangku kelas VII dikenal sebagai pelajar yang masih memiliki perjalanan panjang dalam menempuh pendidikan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan sungai, termasuk area di sekitar Bendungan Leuwikeris, memiliki potensi bahaya yang tidak boleh dianggap sepele. Kedalaman air yang sulit diperkirakan, arus bawah yang kuat, hingga kontur dasar sungai yang tidak rata dapat membahayakan siapa saja.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. Anak-anak sebaiknya tidak berenang tanpa pengawasan orang dewasa, terutama di lokasi yang belum diketahui karakteristik dan tingkat keamanannya.
Musibah di Leuwikeris diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Editor :Â (JU/Rizal Nurramdhani)




