
Tasikmalaya, Jabarupdate : Musim kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air mendorong masyarakat Desa Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar salat Istisqa bersama personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Alun-Alun Parungponteng itu menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Selain sebagai bentuk doa, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antara warga dan TNI dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Salat Istisqa diikuti tokoh agama, perangkat desa, masyarakat, hingga prajurit Satgas TMMD ke-129. Sejak awal pelaksanaan, suasana berlangsung khusyuk dengan penuh kekhidmatan.
Diawali Salat Zuhur Berjamaah
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Zuhur berjamaah di masjid. Setelah itu, seluruh jamaah menuju lapangan terbuka untuk melaksanakan salat Istisqa.
Salat dipimpin Imam Ustadz Muhammad Zuhaeni, sementara khutbah disampaikan Ustadz Lasiman. Dalam khutbahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan memperbanyak istigfar.
Menurutnya, setiap ujian yang datang hendaknya menjadi sarana introspeksi diri sekaligus mempererat hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
“Musim kemarau hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbanyak doa, melakukan evaluasi diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kita berharap Allah SWT memberikan pertolongan dan segera menurunkan hujan yang membawa manfaat,” ujar Ustadz Lasiman.
Doa dipanjatkan bersama agar hujan segera turun sehingga mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, mendukung sektor pertanian, serta mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
Kebersamaan TNI dan Masyarakat
Pemandangan yang menarik terlihat saat warga dan personel Satgas TMMD berdiri berdampingan dalam satu saf. Kebersamaan tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah.
Usai pelaksanaan salat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi saling berjabat tangan dan bermaafan. Suasana penuh keakraban semakin memperkuat ikatan emosional antara masyarakat Parungponteng dan prajurit TNI yang tengah menjalankan program TMMD.
Dandim: TMMD Bukan Hanya Bangun Infrastruktur
Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han., mengatakan salat Istisqa menjadi wujud ikhtiar bersama dalam memohon turunnya hujan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi gambaran kuatnya kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, serta sinergi antara TNI dan masyarakat,” kata Imvan.
Ia menambahkan, semangat TMMD sejatinya tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun karakter masyarakat dengan mengedepankan gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan.
“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga. TNI akan selalu hadir bersama masyarakat, baik dalam pembangunan maupun dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di wilayah,” tambahnya.
Warga Berharap Kemarau Segera Berakhir
Bagi masyarakat Parungponteng, salat Istisqa menjadi simbol harapan agar musim kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun secara normal.
Masyarakat berharap curah hujan dapat memenuhi kebutuhan air bersih, menjaga produktivitas pertanian, serta mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan warga.
Melalui doa bersama tersebut, warga dan Satgas TMMD menunjukkan bahwa menghadapi tantangan alam tidak hanya dilakukan dengan upaya teknis, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual dan semangat gotong royong. Kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau.
Editor : (JU/Rizal Nurramdhani)



