Jumat, Juni 21, 2024

Akibat Rem Blong Truk Tangki Tewaskan Tiga Penonton Karnaval di Mojokerto

NASIONAL, Jabarupdate: Kabar terbaru datang dari Mojokerto, dimana laka lantas yang melibatkan sebuah truk tangki air yang disebabkan rem blong.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, berbagai macam kemeriahan digelar di setiap daerah.

Begitu pula yang terjadi di Mojokerto tepatnya di Pacet, pada hari Kamis (24/8/2023) karnaval dalam rangka memeriahkan HUT RI di laksanakan.

Alih-alih acara karnaval berjalan lancar, kejadian nahas terjadi disana. Sebuah truk tangki air mengalami kecelakaan dan menabrak sejumlah orang di karnaval tersebut.

Diketahui penyebab terjadinya kecelakaan itu ketika truk tangki air yang bermuatan melaju menuruni jalan dan kehilangan kendali dikarenakan rem blong.

Dari keterangan AKP Amat sebagai Kapolsek Pacet, sekitar pukul 17.00 kecelakaan itu terjadi. Truk tangki air yang bernomor polisi S 9085 UP itu melaju dari arah Mligi, Desa Claket.

Truk tangki tersebut kehilangan kendali ketika melewati turunan curam yang disebut “turunan Karlina” dan menabrak sejumlah kendaraan, menyebabkan belasan orang menjadi korbannya.

Berdasarkan penjelasan dari Amat, para korban bukanlah peserta karnaval melainkan penonton. Itu dijelaskannya karena korban disebutkan tidak memakai pakaian karnaval.

Dikutip dalam detik.com, bahwa laka lantas itu menyebabkan belasan orang luka-luka dan 3 orang dinyatakan meninggal.

Hal itu dibenarkan oleh Iptu Wihandoko selaku Kanit laka dari polres Mojokerto.

Namun data korban jiwa belum bisa dipastikannya, karena saat itu dirinya masih dalam perjalanan menuju RSUD Sumberglagah.

Guna penanganan lebih lanjut, beberapa korban dirawat di RSUD Sumberglagah. Dan beberapa korban lainnya dirawat di puskesmas Pacet.

Menurut keterangan dr Caesa Aji yang merupakan dokter umum di puskesmas Pacet menyebutkan total korban ada 12 orang, dimana 3 diantaranya meninggal dunia dan sisanya luka-luka.

“Total korban semuanya ada 12, yang dimana 3 orang meninggal dunia. Awalnya yang sembilan orang itu dirawat disini, tapi kemudian dua orang dirujuk ke RSUD Sumberglagah dan satu orang baru saja pulang,” ucap dr Caesa Aji menjelaskan.

Dr Caesa Aji juga memaparkan bahwa yang dirawat di puskesmas rata-rata korban dengan luka-luka ringan. Ada yang luka jahit, dislokasi panggul, dan ada yang perlu dirujuk juga tapi masih menunggu keluarganya.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler