Sabtu, Februari 24, 2024

Beberapa Kontribusi ITB Terhadap Pembangunan Ibu Kota Nusantara

NASIONAL, Jabarupdate: Pembangunan Ibu Kota Nusantara masih berlangsung sampai saat ini. Dan sekarang masih dalam pembangunan tahap pertama (2022-2024).

Salah satu perguruan tinggi (PTN) yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut berkontribusi dalam pembangunan IKN dengan melakulan kerja sama dalam kedeputian Otorita IKN.

Melansir dari laman ITB, pada hari Jumat (15/9/23), ITB berkontribusi dalam pembangunan IKN dari kepakaran di bidang rekayasa teknologi, ICT, energi dan humaniora.

ITB yang pakar dalam bidang rekayasa teknologi, ICT, energi dan humaniora, mampu membantu pembangunan IKN dengan lebih baik.

Dalam penerapan rekayasa teknologi menjadi salah satu faktor terciptanya misi dari IKN sebagai superhub pengembangan kluster ekonomi dan kluster pendukungnya.

Superhub yang dimiliki IKN terdiri atas 6 kluster ekonomi meliputi Kluster Indurstri Ekonomi Bersih, Farmasi Terintegritas, Industri Pertanian Berkelanjutan, Ekowisata dan Wisata Kesehatan, Bahan Kimia dan Produk Turunan Kimia, dan Kluster Energi Rendah Karbon.

Selain itu, Kluster Pendukung terdiri dari Kluster Pendidikan Abad ke-21 dan Pusat Industri 4.0 dan Smart City.

Luas daratan IKN sebesar 256.142 Ha, terdiri atas 54 wilayah administrasi tingkat Desa atau Kelurahan. Sementara itu, total luas dari IKN mencapai 324.332 Ha yang meliputi daratan dan perairan laut.

Kawasan daratan terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, Kawasan Ibu Kota Nusantara (KIKN) seluas 56.180 Ha. Kedua, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang memiliki luas 6.671 Ha. Ketiga, Kawasan Pengembangan Kota Nusantara (KPKN) seluas 199.962 Ha.

Untuk Kawasan Perairan Laut memiliki luas 68.189 Ha terdiri dari kawasan pemanfaatan umum dan alur laut.

Ada 14 program dalam bidang ketahanan energi, pangan, dan sosial humaniora yang dilaksanakan oleh ITB di kawasan desa penyangga IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Dalam progarm yang dilaksanakannya itu, ITB menghabiskan dana mandiri pengabdian masyarakat sebesar Rp 1 miliar.

Dosen dan mahasiswa ITB berperan banyak hal, dengan membuat pembangunan penyediaan sumber air bersih berbasis energi hijau, pengolahan sampah anorganik; Penyediaan ketahanan pangan dengan produktivitas hotikultura, budidaya ikan, urban farming dan lainnya.

Tak hanya itu, mereka juga membangun Revitalisasi lahan bekas tambang, hingga pembangunan karakter kebangsaan dan kemampuan komunikasi bahasa asing untuk terwujudnya pembangunan manusia sebagai insan kota cerdas.

Dengan jejaring kemitraan ITB yang luas, tentu program pembangunan itu di dukung oleh mitra ITB yang ada di Kutai Kertanegara.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler