Rabu, Juli 17, 2024

Beberapa Tips Jitu Menghadapi Mom Shaming, Anti Emosi!

Parenting, Jabarupdate: Beberapa cara jitu menghadapi mom shaming tanpa perlu mengeluarkan amarah atau anti emosi. Untuk yang belum tahu, Mom shaming adalah komentar atau kritik seperti, mempermalukan, merendahkan, menghina, dan menyakiti perasaan seorang ibu.

Kritik ini bisa dilontarkan orang lain kepada Mama yang dilakukan secara sengaja atau tidak disengaja. Tidak hanya untuk ibu rumah tangga, tetapi ibu yang bekerja bisa menjadi sasaran empuk mom shaming karena dianggap mengabaikan anaknya.

Banyak hal yang seringkali dijadikan mom shaming seperti, tumbuh kembang, kebiasaan tidur, keamanan anak, penampilan tubuh ibu dan anak, hingga cara Mama mendidik dan merawat si Kecil juga kerap menjadi bahan mom shaming.

Melansir dari laman kesehatan, ada beberapa cara jitu untuk menghadapi mom shaming tanpa perlu emosi.

Tidak Perlu Merespon

Saat sang ibu mengalami mom shaming yang pedas, cara yang tepat untuk menghadapi hal ini tersenyum dan membiarkan saja. Sang ibu pun tidak perlu meresponsnya.

Jika ini terjadi di media sosial, abaikan atau hapus saja komentarnya. Berdebat atau mengonfirmasi komentar yang ditujukan pada sangnjbu hanya buang-buang waktu-waktu saja dan tidak mengubah tindakan pelaku mom shaming.

Fokus pada Tujuan

Terkadang saat mendapat mom shaming baik secara langsung atau tidak langsung membuat sang ibu cemas. Lebih baik, sang ibu fokus pada tumbuh kembang anak dan tujuan pola asuh yang sudah dilakukan.

Alih-alih mendengarkan komentar orang, lebih baik segeralah move on dan perhatikan hal lain.

Percaya dengan Diri Sendiri

Para ibu tidak perlu terlalu memikirkan komentar dari orang lain, apalagi bersifat negatif atau menjatuhkan. Jangan lupa harus yakin bahwa ibu merupakan sosok terbaik bagi anak dan suami.

Hal ini salah satu cara terbaik untuk menghadapi mom shaming. Dengan begitu, sang ibu dapat mengendalikan emosi negatif yang mencetuskan perasaan ingin marah, tertekan, atau merasa bersalah.

Melibatkan Suami

Dalam menjalani rumah tangga dan memiliki peran sebagai orang tua, peran suami tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja.

Pasangan suami istri yang kompak akan membuat kehidupan rumah tangga dengan segala tanggung jawabnya menjadi lebih ringan karena dipikul bersama.

Lewat komunikasi, sang ibu dapat bercerita kepada suami mengenai kegundahan dan suasana hati yang kurang tentram karena menerima kritikan yang kurang sedap.

Bisa jadi, suami memiliki sudut pandang yang lebih bijak untuk membantu Mama menghadapi komentar tersebut.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler