Sabtu, Februari 24, 2024

Demokrat Sebut Duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Adalah Bentuk Penghianatan

NASIONAL, Jabarupdate: Partai NasDem mengumumkan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Anies Baswedan untuk pemilu 2024 adalah Muhaimin Iskandar.

Hal itu diumumkan secara resmi dan sepihak oleh Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai di Nasdem Tower pada, Selasa (29/08/23).

Salah satu koalisi partai NasDem, yaitu partai Demokrat, merasa kecewa atas keputusan yang telah diumumkan oleh Surya Paloh.

Partai Demokrat, yang diwakili oleh Teuku Riefky Harsya mengungkapkan kekecewaan itu dikarenakan keputusan sepihak yang diambil oleh partai Nasdem.

Selain itu, tutur Sekjen Partai Demokrat, sebelumnya yang digadang-gadang mendampingi Anies Baswedan sebagai Cawapres pada Pemilu 2024 adalah Agus Harimurti Yudhoyono.

“Kami menerima informasi Cak Imin menjadi Cawapres Anies pertama kali dari Sudirman Said pada hari Rabu,” ungkap Riefky.

Ia menambahkan, Sudirman juga menyampaikan bahwa Anies sudah menyepakati kerja sama politik yang dibangun oleh partai NasdDm dan Partai PKB.

“Kami tidak mendapat kabar sebelumnya, keputusan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dibentuk sepihak oleh Surya Paloh,” terangnnya pada Kamis (31/08/23).

Sekjen Demokrat sekaligus anggota tim 8 pemenangan Anies itu mengungkapkan pihaknya telah mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada Anies Baswedan.

Riefky menerangkan pihak Demokrat dipaksa untuk menerima keputusan sepihak yang diputuskan oleh Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai NasDem.

Ia menuturkan sesuai AD/ART partai Demokrat tahun 2020, keputusan Capres/Cawapres ditentukan oleh Majelis Tinggi Partai.

“Sesuai aturan yang berlaku di partai Demokrat kami akan mengadakan rapat majelis tinggi partai,” terangnya.

Riefky menerangkan, sebelumnya Capres Anies telah melayangkan surat yang ditandatangani kepada Ketum AHY pada 25 Agustus 2023.

“Enam hari yang lalu, Capres Anies telah membuat surat resmi untuk meminta kesediaan Ketum AHY mendampinginya sebagai Cawapres,” terang Riefky.

Teuku Riefy menegaskan, keputusan yang diambil oleh Surya Paloh merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan dan piagam koalisi yang telah disepakati oleh ketiga parpol.

“Pengkhianatan juga dilakukan oleh Capres Anies Baswedan selaku pemimpin koalisi perubahan,” tegasnya setelah Muhaimin Iskandar diumumkan sebagai Cawapres Anies.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler