Senin, Mei 27, 2024

Disnakkan Ciamis Tingkatkan Langkah Pencegahan Wabah Penyakit di Masa Cuaca Ekstrem

Ciamis, Jabarupdate: Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Ciamis tingkatkan langkah pencegahan wabah penyakit yang proaktif.

Hal tersebut dilakukan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan munculnya wabah penyakit.

Kepala Disnakkan Ciamis Giyatno, S.IP., M.Si., melalui Kepala Bidang Kesmavet, drh. Asri menyampaikan beberapa langkah yang diambil oleh Disnakkan Ciamis antara lain:

Meningkatkan Pengawasan dan Kewaspadaan Dini: Disnakkan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan hewan dan lingkungan, serta melakukan kewaspadaan dini terhadap potensi munculnya penyakit.

Meningkatkan Koordinasi dan Kerja Sama: Disnakkan membangun jejaring dengan instansi terkait seperti UPTD Wilayah, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Setempat untuk memperkuat koordinasi dalam mengatasi potensi wabah penyakit.

Penyuluhan dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE): Disnakkan meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang cara-cara mencegah penyakit hewan dan menginformasikan tanda-tanda awal penyakit yang perlu diwaspadai.

Komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan dan lingkungan.

Melaporkan Kasus Penyakit: Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan kasus penyakit pada hewan atau ikan kepada pihak terkait, sehingga tindakan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Meningkatkan Biossecurity: Upaya mencegah kontak dan masuknya bibit penyakit dengan meningkatkan praktik biossecurity, termasuk melakukan disinfeksi secara rutin pada area-area yang rentan terhadap penyebaran penyakit.

Kemudian, dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat dan hewan dari bahaya penyakit, Disnakkan Ciamis juga melakukan vaksinasi pada hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, musang, monyet, atau kera.

Vaksinasi merupakan langkah penting dalam mencegah penularan rabies, yang merupakan penyakit yang dapat mengancam nyawa manusia dan hewan.

Selain vaksinasi, Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis juga gencar melakukan pengendalian lalu lintas hewan dengan membatasi akses keluar masuk hewan dan ikan.

Upaya ini dilakukan dengan mengutamakan hewan yang telah memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang menunjukkan bahwa hewan tersebut bebas dari penyakit.

Asri menegaskan, pembatasan akses keluar masuk hewan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit antar hewan serta memastikan bahwa hewan yang beredar di masyarakat telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pergerakan hewan di wilayah kami untuk meminimalkan risiko penularan penyakit,” katanya.

Dengan langkah-langkah ini, lanjut dia, Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat serta hewan di wilayahnya, serta meminimalkan risiko penularan penyakit seperti rabies.

Diketahui, salah satu kegiatan yang telah dilakukan oleh Disnakkan Ciamis adalah monitoring dan pengawasan keamanan produk hewan di pasar Ciamis dan Banjarsari pada, Kamis (07/3) menjelang bulan Ramadhan 1445 H.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler