Senin, Mei 27, 2024

Dua Sandera Wanita Lansia Israel Dibebaskan Hamas

Global, Jabarupdate: Kelompok Perlawanan Palestina Hamas membebaskan dua wanita lansia Israel yang sebelumnya menjadi sandera.

Kedua sandera lansia itu bernama Yocheved Lifshitz (85) dan Nurit Cooper (79) dibebaskan melalui jalur dari Qatar dan Mesir.

Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata hamas mengatakan dilakukannya pembebasan para sandera semata-mata beralasan, karena kemanusiaan dan kesehatannya yang buruk.

Dikutip dari Aljazirah, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan harapannya terhadap sandera yang dibebaskan.

“Harapan kami mereka dapat berkumpul kembali bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya,” ujar Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Senin (23/10/2023).

Warga Israel dan warga yang berkewarganegaraan ganda ditangkap Hamas berjumlah lebih dari 200 orang.

Penangkapan tersebut dilakukan pada saat penyerangan Hamas terhadap Israel 7 Oktober 2023.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat melakukan penuntutan agar para sandera dibebaskan tanpa syarat.

Hamas membebaskan tawanan sandera pertama sejak serangan 7 Oktober 2023 pada Jumat (20/10/2023).

Dua tawanan wanita berkewarganegaraan Amerika Serikat yakni Judith Raanan dan putrinya Nathalie yang dibebaskan pada saat itu.

Abu Obeida sebelumnya mengatakan, Hamas telah memberikan penawaran untuk membebaskan dua tawanan lainnya bersama dengan Judith dan Natalie, Jumat lalu.

Namun penawaran tersebut dianggap sebagai propaganda palsu dan hanya untuk memperbaiki citra Hamas saja, maka Israel menolaknya.

Seorang aktivis Israel bernama Carmel Gorni mengatakan Israel memiliki banyak tahanan Palestina yang bisa ditukar dengan tahanan Israel.

“Kita punya banyak tahanan Palestina yang bisa kita tukar dengan rakyat kami yang ditahan, maka itu kita perlu berbicara dengan Hamas,” kata Gorni.

Carmel juga mengatakan jika tentaranya masuk ke area Hamas maka akan lebih banyak orang yang tewas termasuk sandera.

“Jika tentara kita memaksa masuk akan banyak yang tewas, termasuk sandera akan terkena,” ujar Carmel.

Menurut laporan New York Times menyebutkan AS telah menekan Israel untuk menunda serangan darat.

Tujuan dari penundaan tersebut tidak lain untuk memberikan banyak waktu pembebasan sandera.

Disisi lain, Israel telah meluncurkan serangan udara dan memboikot akses pemasokan air, makanan, bahan bakar, listrik di untuk Gaza.

Sampai kini, berjumlah lebih dari 5.000 warga Palestina yang meninggal dunia akibat serangan Israel, termasuk anak-anak dan perempuan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler