Golden Monkey Coffee Bedah Buku Darahmu Tetap Saja Berwarna Merah

Golden Monkey Coffee
Olden Monkey Coffee Bedah Buku Darahmu Tetap Saja Berwarna Merah/Jabarupdate

Ciamis, Jabarupdate: Pemilik Golden Monkey Coffee Azmi Fikri menggelar pekan culture dengan bedah buku Darahmu Tetap Saja Berwarna Merah, Jumat (25/2/2022).

Pengarang buku tersebut adalah Galang Gelar pada 2022 dengan penerbit Langgam Pustaka. Azmi dan Galang merupakan mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis.

Masing-masing aktif dan berkecimpung di bidang wirausaha yakni kedai kopi dan bidang literasi.

Acara bedah buku ini dipandu oleh Ade Maulana Jusuf, sejak pukul 19.00 WIB.

Pendukung acara dari internal maupun eksternal kampus seperti Struggle Book, Unit Kegiatan Mahasiswa Ruang Literasi, dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) IAID Ciamis.

Ade menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk menjadi inspirasi bagi semua mahasiswa. Agar tetap bisa berkarya baik itu di wilayah literasi ataupun enterpreneur.

Selain bedah buku, lanjut dia, dalam acara ini juga terdapat live acoustic oleh Pedofil Band dengan personel Zidan, Bobi, Ima, dan Adytya.

Golden Monkey Coffee juga mengadakan promo paket renyah dengan harga Rp 15 ribu saja untuk 20 slot.

Tentang Buku Galang

Buku yang dibedah pada acara ini yaitu buku dari Galang Gelar, seorang mahasiswa IAID yang juga sangat gemar dalam menulis cerpen.

“Buku yang terbit ini merupakan kumpulan cerpen. Ada tujuh cerpen yang saya gabungkan menjadi sebuah buku,” ucap Galang.

“Sebenarnya bentuk prototype cerpen ini saya ambil dari cerita rakyat yang hanya dibagikan kepada turunan. Jadi saya dapat cerita ini dari kakek saya” kata dia.

Dia menjelaskan, dalam buku ini berisi pesan bahwa apabila ingin berkarya harus siap mental.

Sebuah karya, katanya, ketika sudah berada di publik pasti ada yang suka dan ada yang tidak suka.

“Karena itu adalah pergulatan yang realitasnya seperti itu,” kata Galang.

Dia merasa, lingkungan tempat dia tinggal dan berkarya mengalami krisis apresiasi. Namun dia berpesan agar tidak berhenti untuk berarya.

“Walaupun kita berada di lingkungan yang krisis apresiasi, tapi kita harus tetap berkarya untuk tetap ada,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article
Senjata nuklir rusia

Begini Akibatnya Jika Senjata Nuklir Rusia Diledakkan

Next Article
Pekan raya Fisip Unigal Ciamis

Pekan Raya FISIP Unigal, Semangat Berkompetisi di Masa Pandemi

Related Posts
Total
0
Share