Selasa, April 16, 2024

Jaringan Aktivis Mahasiswa Cianjur Menolak Kenaikan Gas LPG

Cianjur. Jabarupdate: Harga Gas LPG melon di Kabupaten Cianjur tiba-tiba melambung tinggi. Hal itu tertera dalam Keputusan Bupati (Kepbup) Cianjur Nomor 541.11/KEP.20-PSDA.SETDA/2023 per tanggal 5 Januari 2023 tentang penetapan harga jual eceran tertinggi (HET) LPG tabung ukuran tiga kilogram untuk keperluan rumah tangga, usaha mikro dan nelayan di Kabupaten Cianjur.

Ari Kurniawan Ketua Jaringan Aktivis Mahasiswa Cianjur (Jamica) menyatakan kekecewan dan keprihatinanya terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.

“Saya sangat kecewa dengan kebijakan pemkab Cianjur apalagi asda 2 mengatakan hal tersebut adalah penyeseuaian karena dilapangan harga sudah tidak sesuai dengan perbup yang ada, hal tersebut menunjukan gagalnya Pemkab Cianjur dalam melaksakan perbup yang sudah dibuatnya sendiri” Ujar Ari pada hari Sabtu (18/02).

Jamica juga menyayangkan pernyataan pernyataan Hiswana Migas bahwa penyesuaian ditingkat agen dan pangkatan bukanlah menaikan harga di warung padahal jika di pangkalan naik ya otomatis di warung akan naik.

“Padahal harga warung itu kan menyesuaikan harga pangkalan, ya kalo dipangkalan naik tentu saja di warungpun pasti akan naik”ujar Ari.

Ari juga menyoroti dugaan monopoli usaha dalam distribusi gas LPG dimana pemilik agen, pangkalan sampai penjualan dibawah masih merupakan orang yang sama atau satu keluarga.

“Kami akan mengajak seluruh mahasiswa yang ada di Cianjur untuk turun aksi menolak kenaikan gas LPG melon 3 kg mengingat Cianjur barusaja dihantam Bencana Alam dan Masih Pemulihan” Tutup Ari.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Cianjur Budhi Rahayu Toyib, mengungkapkan terkait alasan Pemkab Cianjur menetapkan harga jual eceran tertinggi elpiji tabung ukuran tiga kilogram yang baru sesuai dengan keputusan bupati tersebut.

Dirinya mengatakan sebetulnya sejak 2021 dari informasi yang diterima, Hiswana Migas Cianjur sudah mengajukan sejak awal terkait dengan penyesuaian harga ini.

“Mengapa saya sampaikan penyesuaian, karena kenyataan dilapangan di masyarakat, harganya sendiri sebetulnya sudah tidak sesuai dengan Kepbup yang lama Tahun 2014,” ujar Budi Rahayu.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

- Advertisement -spot_img
ARTIKEL TERKAIT

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler