Kereta Api Garut Kota-Cibatu Segera Dibuka, Tinggal Selesaikan Administrasi

Garut, Jabarupdate: Pengoperasian reaktivasi jalur kereta api Stasiun Garut Kota-Cibatu segera dimulai setelah menyelesaikan persyaratan administrasi.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau Stasiun Kereta Api Cibatu, Kamis lalu.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengklaim kalau pembangunan jalur kereta api tersebut sudah selesai 100 persen.

Hanya saja terganjal permasalahan administrasi, dia mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera menyelesaikan syarat administrasi yang belum tuntas.

Menurut Emil, pengoperasian reaktivasi jalur kereta api Stasiun Garut Kota-Cibatu begitu pun sebaliknya, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dia menegaskan, seluruh infrastruktur pendukung jalur reaktivasi kereta api sepanjang 19,5 kilometer itu laik digunakan masyarakat.

Pihaknya telah melaksanakan inspeksi terakhir sebelum adanya finalisasi administrasi dari Kementerian Perhubungan.

Emil bersama pihak Kementerian Perhubungan menggelar pengecekan teknis mulai dari Stasiun Bandung, Stasiun Cibatu, Stasiun Pasir Jengkol, Stasiun Wanaraja, dan Stasiun Garut Kota. Mereka menggunakan Kereta Inspeksi 4.

Ketika itu, Emil sempat mewawancarai warga setempat. Dan mereka, kata dia, betul- betul berharap jalur kereta itu segera dibuka.

Sehingga warga bisa ke Garut Kota dengan mudah. Atau lintas Garut kota ke Bandung dan ke Jakarta pun makin gampang.

Ia mengungkapkan, tarif yang akan diberlakukan pada jalur Kereta Api Garut Kota-Cibatu tersebut tak sampai Rp 5 ribu.

Sementara dari Garut Kota ke Bandung kemungkinan sekitar Rp10 ribu. Dan untuk penumpang yang hendak ke Jakarta, tarifnya berkisar Rp40.

Emil menilai, tarif itu sangat murah jika dibandingkan dengan repotnya apabila memakai kendaraan roda empat.

Selain murah, pemandangan jalur itu juga indah sekali. Emil sempat berhenti di tengah jalan di sebuah area Leles Kadungora, saat menggelar inspeksi.

“Pemandangannya indah sekali. Lembah, gunung, (di lokasi Leles Kadungora) cocok dijadikan stasiun tambahan kecil,” ujar dia.

Sementara itu, diungkapkan Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswardoyo mengatakan, izin operasional dari Kementerian Perhubungan memang belum turun.

Namun secara prinsip, sarana dan prasarana sudah siap, tinggal dioperasikan saja setelah ada izin oeprasional dari Kementerian Perhubungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article

Bocah 5 Tahun di Sumedang Disekap, Perdagangan Manusia?

Next Article

Target Vaksinasi di Tasikmalaya, 1.000 Anak Per Kecamatan

Related Posts
Total
0
Share