Senin, Juni 17, 2024

Konflik Antara Rusia dan Ukraina Tak Kunjung Usai

INTERNASIONAL, Jabarupdate: Perang Rusia dan Ukraina kini masih berkelanjutan. Vladimir Putin yang terus melontarkan serangan terhadap Kyiv.

Dilaporkan pelabuhan Sungai Danube di bagian selatan wilayah Odesa, kini tengah dibombardir oleh segerombolan dron milik Rusia pada Minggu (03/09) malam.

Hal tersebut menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi Ukraina. Pasalnya, pelabuhan tersebut merupakan jalur penting untuk mengekspor biji-bijian dan gandum.

Pelabuhan penting itu ditetapkan sejak Rusia memutuskan untuk keluar dari perjanjian kesepakatan biji-bijian laut hitam.

Melalui Telegram, Angkatan Udara Ukraina menginformasikan serangan berlangsung sekitar 3,5 jam.

Total 25 dron yang digunakan sebagai alat penyerangan terhadan pelabuhan Sungai Danube. Ada 22 dron diantaranya berhasil untuk dimusnahkan.

Dikutip dari media Ukraina, belum terdapat informasi yang pasti terkait pelabuhan mana saja yang terkena dampak serangan.

Dilaporkan terjadi ledakan di sekitaran pelabuhan Reni dan Izmail yang menjadi pelabuhan utama di Danub, Ukraina.

Akibatnya, dua warga sipil terluka terkena ledakan.

Terjadinya ledakan di pelabuhan ini, akan adanya kekhawatiran terkait krisis pangan. Ukraina dikenal sebagai lumbung pangan dunia.

Bukan hanya sebagai tempat ekspor saja, melainkan tempat penyimpanan bahan bakar yang digunakan untuk menyuplai peralatan militer Angkatan Bersenjata Ukraina di pelabuhan Reni, Odesa.

Ternyata, teroris Rusia menyerang infrastruktur pelabuhan Ukraina dengan harapan akan terjadinya krisis pangan dan kelaparan di dunia.

Di tulis oleh Andriy Yermak kepala staf kepresidenan Zelensky pada medi Telegram.

Adanya kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam, untuk meringankan krisis pangan global. Di tambah Ukraina sebagai produsen utama biji-bijian, gandum, dan minyak biji bunga matahari.

Pecahnya perang pada Februarai silam, membuat terganggunya ekspor Ukraina. Menyebabkan kenaikan harga pangan yang begitu melonjak sekaligus menjadi rekor tertinggi.

Penyebab keluarnya Rusia, mereka mengeluh meskipun ada perjanjian tersebut ekspor makanan dan pupuknya masih terkendala sanksi.

Terkait gandum, ini adalah bahan pangan makanan paling penting bagi sejumlah wilayah dunia seperti, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

Semua targer penyerangan Rusia tercapai. Pasalnya semua infrastruktur penting bagi Ukraina telah mereka lenyapkan.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler