Konflik Rusia dan Ukraina, Harus Jadi Cermin Bagi Indonesia

Global, Jabarupdate: Konflik Rusia dan Ukraina sudah berjalan sejak 2008 silam. Hingga akhirnya Negeri Beruang Merah mengumkan serangan ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Invasi Rusia belum berakhir. Ukraina yang tergabung di North Atlantic Treaty Organization (NATO) pun belum menyerah.

Pemerhati Pertahanan dan Keamanan Indonesia Cornnie Rahakundini Bakrie menyebut, Indonesia harus bisa bercermin dari perseteruan kedua negara itu.

Dia mengungapkan, Indonesia mesti waspada dan belajar dari kejadian antara Rusia dan Ukraina ini. Sebab kondisi Indonesia tidaklah jauh berbeda dengan Ukraina.

Wanita kelahiran 3 November 1964 ini melanjutkan, bahwa Ukraina terbagi antara dua bagian. Yakn barat dan timur.

“Dimana bagian barat Ukraina. Mereka merasa lebih Ukrain atau Eropa. Dan bagian timur mereka merasa ground Rusia,” ucap Cornnie dalam sebuah wawancara bersama Helmy Yahya di acara yang diberi judul Invasi Rusia-Ukraina Akankah Menyulut PD-III?.

Ia menegaskan, apabila ditarik ke sisi Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan bahasa, maka bangsa ini patut waspada akan konflik internal. Kapan saja bisa terjadi.

Cornnie pun menambahkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir dirinya baru saja ke Indonesia bagian timur. Warga di sana, kata dia, menyatakan diri bahwa mereka bagian dari Pasific.

“Warga Timur, mereka bilang ‘we are Pasific arena’. Ini menunjukan bahwa Internal Affair sangatlah mungkin untuk memicu terjadinya konflik. Dan untuk memecah bangsa Indonesia,” tegasnya.

Kemudian, lanjut dia, dalam hal lainnya Cornnie menegaskan, Indonesia bisa kapan saja diserang oleh negara di sekitarnya yang memiliki hubungan dengan NATO.

“Jadi kalau (Konflik Rusia dan Ukraina) ditarik ke Indonesia: (di sekitar Indonesia) ada Singapura, Malaysia, Jepang, Australia. Dalam hal lain l, mereka ini adalah Nato Family. Suatu waktu mereka bergabung, ya artinya kita dikepung,” tambah Cornnie.

Ia berpesan untuk Indonesia, alangkah baiknya bahwa negara ini bisa mengambil pelajaran dari Rusia dan Ukraina.

Dari sisi Ukraina, Indonesia dapat menjaga Kebhinekaan. Sementara dari sisi Rusia, bangsa ini bisa mengambil pelajaran untuk mampu menjaga kedaulatan, apabila suatu waktu kondisi negara ini didesak oleh negara-negara tetangga.

“Itulah pentingnya pemimpin yang mampu memimpin. Secara dua kaki. Dimana AS kita pegang. Rusia juga Kita pegang. Seperti halnya Bung Karno dahulu,” imbuh Cornnie.

Penulis: Galuh Wiradinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article
Jalan Layang Pasupati

Nama Jalan Layang Pasupati Diubah Jadi Mochtar Kusumaatmadja

Next Article
Anggota DPRD Ciamis

Bersama Kepolisian, Anggota DPRD Ciamis Pantau Penyaluran BPNT

Related Posts
Total
0
Share