Longsor di Cihaurbeuti Ciamis, Dua Orang Meninggal Dunia

Longsor di Cihaurbeuti Ciamis
Banjir dan Longsor di Cihaurbeuti dan Sindangkasih, Kabupten Ciamis/Ist

Ciamis, Jabarupdate: Bencana longsor terjadi di Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis pada Minggu (11/9/2022) skitar pukul 22.00 WIB.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Ciamis Yogi Permadi langsung meninjau ke lokasi bencana tersebut.

Dia mengungkapkan, ada dua titik longsor yang ia sambangi. Yakni berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti. Dan di Dusun Gunungbangka, Sukamanah, Sindangkasih.

Yogi menyampaikan, peristiwa longsor di Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis menelan korban dua orang.

“Dalam bencana di Kecamatan Cihaurbeuti tersebut. Kami menerima laporan. Ada dua orang meninggal dunia. Kemudian satu rumah warga rusak, dan sejumlah jalan tertutup material longsoran,” ujar Yogi.

Kemudian untuk titik longsor yang ada di Dusun Gunungbangka, dua rumah hancur. Tidak ada korban jiwa. Namun, tentu saja korban mengalami kerugian.
.
Yogi berharap, di musim hujan seperti sekarang ini masyarakat tetap waspada. Apalagi yang rumahnya berada di lereng gunung.

“Karena musim hujan. Apalagi dengan intensitas tinggi, terus menerus masih terjadi. Masyarakat diminta untuk bisa meningkatkan kewaspadaan. Dan bisa melakukan deteksi dini terhadap bencana,” ujar dia.

Dnkes Ciamis Lakukan Penilaian Masalah Kesehatan di Lokasi Longsor

Dalam keterangan di akun Facebook Dinkes Ciamis (Dibas Kesehatan) menyampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo M., M.Kes telah mengintruksikan dan memimpin secara langsung RHA (Rapid Health Assesment).

Ia bergerak ceoat bersama tim bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis pada Minggu 11 September 2022 sekitar pukul 22.00 WIB.

Dijelaskan dalam postongan Dinkes Ciamis bahwa RHA adalah Penilaian Cepat Masalah Kesehatan. Ini merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pengumpulan informasi subjektif dan objektif.

Hal itu guna mengukur kerusakan dan mengidentifikasi kebutuhan dasar penduduk yang menjadi korban dan memerlukan ketanggap daruratan segera.

Agar mendapatkan data secepat dan seakurat mungkin, maka RHA dilakukan secara langsung di lokasi bencana. Seperti di Rumah Sakit, lalu Puskesmas, Dinas Kesehatan, Pos Kesehatan. Atau lingkungan tempat tinggal, hingga pada lokasi-lokasi pengungsian.

Salah satu kegiatan dalam RHA ini adalah Surveilans bencana atau kegiatan pengumpulan data yang terkait dengan kejadian bencana.

Tujuan dibangunnya surveilans yakni ada pada situasi bencana yaitu mendukung fungsi pelayanan bagi korban bencana secara keseluruhan untuk menekan dampak negatif yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article
Hacker Bjorka

Hacker Bjorka Ungkap Sosok Pembunuh Pada Kasus Munir

Next Article
Tuntut PT KAI

Warga Bandung Gelar Demonstrasi, Tuntut PT KAI Kembalikan Rumah

Related Posts
Total
0
Share