Makna Jumat Agung bagi Umat Kristiani

Makna Jumat Agung
Makna Jumat Agung/Ist

Ragam, Jabarupdate: Perayaan Jumat Agung pada tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 April 2022. Lalu apa makna Jumat Agung ini bagi Umat Kristiani?

Sejarahnya, perayaan ini bermula dari tragedi di bukit Golgota, yaitu penyembelihan Yesus Kristus.

Dalam hitungan kalender masehi Jumat agung selalu dilaksanakan setiap hari Jumat setelah minggu Paskah.

Jumat agung tergolong ke dalam hari Tri Suci. Yang termasuk ketiga hari ini adalah hari penting menjelang hari paskah. Adapun harinya diantaranya Kamis Putih, Jumat Agung, dan Misa kebangkitan Yesus.

Tentang Jumat Agung

Secara definisi, bahwa Jumat Agung adalah peringatan tragedi saat wafatnya Yesus Kristus karena telah disalib.

Proses menuju kayu salib begitu panjang, saat itu Yesus harus terlebih dahulu mengalami masa penyikasaan dan penderitaan.

Setelah Yesus meninggal dunia di bukit Golgota, kematiannya digadang-gadang sebagai bentuk penebusan dosa umat manusia.

Perlu diketahui bahwa Jumat Agung ini bukanlah peringatan duka cita, tetapi merupakan momen penuh cinta.

Dikisahkan dalam alkitab, Yesus bangkit dari kematian pada hari ketiga. Kebangkitan inilah yang kemudian disebut dengan hari Paskah. Adapun Paskah itu sendiri berarti kebangkitan.

Makna dari Jumat Agung

Ajaran yang bisa diambil dari Jumat Agung yang pertama adalah memberikan pemahaman tentang pengampunan dari Tuhan.

Makna dari kejadian Yesus mengajarkan kepada umat kristiani bahwa Tuhan mencintai umatnya karena memberikan pengampunan dosa.

Lebih dari itu juga, semasa Yesus masih hidup, Ia mengajarkan perlunya kasih sayang bagi kehidupan. Banyak yang sering dilakukan olehnya, diantaranya menolong dan mengasihi orang di sekelilingnya.

Apalagi ketika Yesus sedang menderita oleh hantaman orang lain, Ia selalu meminta kepada Tuhan Bapak agar mengampuni kesalahannya.

Hal itu dikarenakan Yesus menyadari bahwa manusia memiliki ragam kelemahan dan keterbatasan sehingga mendorong manusia berbuat kesalahan.

Selain daripada itu Yesus juga mengajarkan bahwa tidak ada gunanya menyimpan kebencian. Menutnya, membalas kejahatan dengan kejahatan akan menghasilkan kejahatan yang baru.

Makna Penderitaan Bukanlah Akhir

Makna dari Jumat Agung yang selanjutnya adalah bahwa penderitaan bukanlah akhir dari suatu proses. Perlu diketahui bahwa setiap orang juga mempunyai penderitaannya tersendiri.

Bagi orang yang ingin mengikuti Yesus, harus siap memikul beban dan menanggung salibnya. Sebab menjadi umat kristiani tidak menjanjikan hidup umatnya selalu senang dan nyaman.

Banyak tantangan kehidupan yang harus Anda lalui. Seeprti Anda memandang beban yang dipikul, itu lah yang paling penting. Apakah menjadikan itu sebuah tantangan ataupun menjadi penderitaan hidup.

Anda harus percaya bahwa hidup memang dihiasi dengan berbagai tantangan maupun ujian, sehingga jangan hanya berharap kepada kesenangan dan kemudahan.

Dengan fokus terhadap tujuan Anda, maka Anda akan merasakan, hidup itu memang harus berjuang dan nantinya akan mendapatkan suka cita bila terus berusaha.

Dengan memperingati hari Jumat Agung, dan menganggap penderitaan bukanlah akhir cerita, namun hanya awal perjalanan, maka Anda akan lebih memaknai hidup ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article

Persib Mendatangkan Ciro Alves, Ini Harga Pasarnya

Next Article
Sosok Anggota DPR RI

Terkuak Sosok Anggota DPR RI yang Nonton Film Porno Saat Rapat

Related Posts
Total
0
Share