Rabu, Juli 17, 2024

Pemprov Jabar Tingkatkan Kapasitas SDM dan Infrastruktur untuk Antisipasi Serangan Siber

Jawa Barat, Jabarupdate: Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat lakukan peningkatan kapasitas SDM dan Infrastruktur untuk mencegah serangan siber.

Hal itu dilaksanakan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar. Ika Mariah selalu Kepala Diskominfo menyampaikan bahwa pihaknya intens melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan perangkat lainnya di lingkungan Pemda Provinsi Jabar.

“Selain dengan perangkat pemerintah di Provinsi, kita juga intens berkomunikasi dengan Diskominfo Kabupaten dan Kota di Jabar untuk mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran data,” ungkapnya pada Rabu (04/07/2024).

Pelatihan dalam rangka mencegah serangan Siber itu dilakukan tidak hanya di Dinas Kominfo, tetapi di seluruh perangkat daerah termasuk kabupaten dan kota.

“Pelatihan yang dilakukan bisa berupa drill test, tapi juga bisa menjadi hacker. Jadi dilatih juga seperti itu,” ucap Ika.

Ika kembali menuturkan bahwa Diskominfo Jabar secara konsisten melakukan backup data sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan agar semua data tetap terkontrol dan terjaga.

Back up data ditempatkan di pusat data lainnya sebagai Disaster Recovery Center (DRC).

“Kami berprinsip agar data yang kita miliki tidak sampai ke-hack atau bocor meskipun ada backupnya. Sebetulnya backup bukan hanya menjaga dari serangan siber, tetapi menjaga dari bencana seperti gempa, banjir, sampai putusnya jaringan internet,” ungkap Ika.

Kepala Diskominfo Jabar menjelaskan bahwa pihaknya selalu meng-update infrastruktur teknologi sebagi bentuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam penguatan proteksi data yang ada.

“Penguatan dari sisi teknologi ada Web Application Firewall (WAF), ada Endpoint Protection, ada Secure Email Gateway, Security Information and Event Management (SIEM) yang didukung juga BSSN, serta Network Performance Monitoring and Diagnostics,” ungkapnya.

Untuk sisi SDM nya, Ika menuturkan adanya peningkatan kesadaran dengan menggelar pelatihan-pelatihan webinar terkait keamanan siber mengenai keamanan informasi.

“Kita mengakui bahwa banyak percobaan untuk melakukan hack terhadap sistem yang dimiliki khususnya terhadap pusat data Jabar kerap terjadi, akan tetapi hal itu bisa diantisipasi,” ujarnya.

Beberapa percobaan serangan ada yang berasal dari dalam dan luar negeri, seperti Rusia, Jepang, Amerika, Tiongkok, Vietnam, Kamboja, Australia, Singapura, dan beberapa negara di wilayah Eropa lainnya.

“Itu selalu diidentifikasi dari negara mana, IP-nya berapa, itu terus-menerus dan Tim juga memberikan analisisnya dan laporannya itu setiap minggu,” ujar Ika.

Sejak tahun 2015, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah mempunyai JabarProv-CSIRT (Computer Security Incident Response Team).

Pada tahun 2020, tim tersebut diperbaharui organisasi nya dengan pembinaan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Itu merupakan tim yang bertugas dan bertanggung jawab atas keamanan siber dalam menerima, meninjau, dan menanggapi laporan jika terjadi aktivitas insiden keamanan siber,” ungkapnya.

Tim tersebut juga ditugaskan untuk mengoordinasikan, berkolaborasi, dan mengoperasikan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan, dan pemulihan insiden keamanan siber di Pemprov Jabar.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler