Jumat, Februari 23, 2024

Refleksi Hari Jadi Ciamis ke-381, Ketua BEM Unigal Evaluasi Kemajuan dan Tantangan di Sejumlah Sektor

Ciamis, Jabarupdate: Kabupaten Ciamis sedang merayakan ulang tahunnya atau hari jadi yang ke-381.

Meskipun beberapa kemajuan telah dicapai, terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk mewujudkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Galuh (BEM Unigal) Andri Mulyana menyoroti perlunya perbaikan di sejumlah sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lapangan pekerjaan.

Melalui refleksi ini, Andri ingin memastikan bahwa pembangunan di Kabupaten Ciamis berjalan sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Meskipun beberapa kemajuan telah dicapai, terdapat tantangan yang perlu diatasi untuk mewujudkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Ciamis.

Pergantian Nama Kabupaten Ciamis menjadi Galuh

Andri menyoroti isu yang berkaitan dengan upaya pergantian Nama Ciamis menjadi Kabupaten Galuh.

Dia mengungkapkan bahwa isu pergantian nama Ciamis-Galuh mulai muncul pada saat debat kadidat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ciamis pada 2018 lalu.

Ketika itu, lanjut dia, kedua belah paslon yaitu H. Herdiat berpasangan dengan Yana D Putra maupun H. Iing Syam Arifien yang berpasangan dengan H. Oih Burhanudin menyanggupi perihal pergantian nama tersebut.

Singkat cerita, dorongan itu kembali mucul dan puncaknya ketika 2022. Herdiat yang terpilih menjadi Bupati Ciamis membuat tim perumus pergantian nama tersebut.

Andri mengatakan, berbagai pandangan muncul dan sejumlah masyarakat melakukan kritik. Mereka menilai pergantian nama Ciamis menjadi Galuh dinilai terburu-buru dan belum adanya pengkajian secara matang.

Bahwa hal tersebut terlihat ketika adanya intruksi musyawarah desa (Musdes) prihal pergantian nama. Hasilnya, sebanyak 92% persen desa setuju dan 8% tidak memberikan tanggapan.

Andri mengungkapkan bahwa yang ia soroti yaitu terkait dengan pelaksanaan Musdes seolah-olah dipaksakan dan hanya dihadiri dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Perangkat Desa.

Pun tidak ada musyawarah dusun (Musdus) terlebih dahulu. Bahkan tidak adanya naskah akademik yang menjadi pertimbangan pada saat Musdes dilaksanakan.

Andri juga menyampaikan bahwa perubahan nama Kabupaten Ciamis tidak masuk ke dalam isu strategis Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

Padahal, tegas dia, perubahan nama mempunyai dampak besar terhadap aspek kehidupan masyarakat.

Apalagi hari ini momentum pemilu dan pilkada. Jangan sampai keinginan pergantian nama ini malah menjadi isu muatan bagi segelintir kepentingan golongan.

Ia menilai dampak dari pergantian nama ini akan luas. Baik dalam aspek ekonomi. Kemudian budaya, agama, bahkan administratif, dan aspek-aspek lainnya.

Hari Jadi Kabupaten Ciamis Harus jadi Momen Reformasi Pendidikan

Sektor kedua yang ia soroti yakni mengenai pendidikan. Menurutnya, dunia pendidikan menjadi hal yang sangat penting.

Apalagi pendidikan ini ada di dalam amanat UUD aline ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, harus didorong dengan kualitas pelayanan dan pengajaran yang baik.

Akan tetapi, kata Andri, pendidikan di Kabupaten Ciamis dikotori dengan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan guru dan murid. Menurutnya ini adalah pelanggaran serius yang membutuhkan penanganan yang tegas.

Padahal, kata dia, pendidikan adalah tonggak penting dalam membentuk masa depan generasi muda.

Namun, kadang-kadang tantangan serius muncul di sektor pendidikan, seperti kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan guru dan murid ini.

Andri menilai, kasus semacam ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan dan memiliki dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik, emosional, dan psikologis korban.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghadapi dan menangani tantangan ini dengan serius.

Apalagi, apabila pelaku pelecehan adalah guru BK di salah satu SMP di Ciamis. Padahal Guru BK memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan dan dukungan emosional kepada siswa, sehingga tindakan pelecehan semacam ini sangat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.

Andri meminta Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan reformasi pendidikan dan menindak tegas oknum pendidikan yang terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual atau perilaku tidak pantas terhadap siswa.

Menurutnya, tindakan tegas dan transparan dari pemerintah daerah akan menunjukkan komitmen mereka dalam melindungi kepentingan siswa dan menjaga integritas sistem pendidikan.

Kesehatan

Selanjutnya, Ketua BEM Unigal juga menyoroti bidang kesehatan. Persoalan di sektor ini pun harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis.

Seperti permasalahan stunting yang angkanya meningkat 2%. Menjadi 18%. Tentunya hal ini menjadi PR. Karena target Kabupaten Ciamis pada tahun 2024, angka stunting turun menjadi 4%.

Tentu menurunkan angka tersebut bukan hal yang mudah.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginginkan pada tahun 2024 nanti menjadi zero stunting.

Selain itu permasalahan stunting juga terkait sasaran program KIS Subsidi (waluya) yang harus tepat sasaran.

Pasalnya masih banyak kasus orang yang selayaknya mendapatkan program tersebut. Namun, malah tidak menerima karena kurangnya perhatian dari perangkat desa terkait dan minimnya sosialisasi kepada masyarakat.

Pemerataan Infrastruktur

Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam refleksi Hari Jadi Ciamis ke-381 ini adalah perkembangan infrastruktur.

Menurut Andri, infrastruktur yang baik dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga; kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi.

Dalam refleksi perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ini, perhatian juga tertuju pada infrastruktur. Terutama kondisi jalan yang masih rusak di beberapa wilayah.

Meskipun, kata Andri, Ciamis telah mengalami kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur. Namun masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah kondisi jalan yang rusak di beberapa bagian wilayah.

Ia menegaskan, jalan yang berlubang, rusak parah, atau tidak terawat menghambat mobilitas masyarakat, mempengaruhi perekonomian lokal, dan bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Infrastruktur perlu menjadi perhatian. Memurutmya, infrastruktur ini sesuai dengan Misi kedua Bupati Ciamis. Yakni, meningkatkan ketersediaan infrastruktur. Yang mendukung pengembangan wilayah.

Perhatian Ketua BEM Unigal di Hari Jadi Kabupaten Ciamis ini juga tertuju pada tantangan yang dihadapi dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi masyarakat.

Menurut Andri, lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan yang sangat serius. Pasalnya setiap tahun jumlah usia pekerja di Kabupaten Ciamis semakin meningkat. Tetapi, tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah Ciamis ini.

Selogan Ciamis sebagai kota pensiunan masih melekat karena orang-orang produktif kebanyakan pergi merantau. Dan mereka kembali ke Tatar Galuh ini ketika usia tidak produktif lagi.

Karena itu, ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Supaya tenaga-tenaga produktif di Kabupaten Ciamis tidak pergi keluar kota. Pemerintah Daerah Ciamis pun seharusnya tidak hanya terfokus memberikan pelatihan-pelatihan dan menyalurkan tenaga kerja ke wilayah perkotaan.

Melainkan, kata dia, Pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan dengan berupaya menarik investor-investor masuk ke Ciamis.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler