Senin, Juni 17, 2024

Satu Orang Tewas dalam Perburuan Pilot Selandia Baru yang Diculik KKB Papua

Nasional, Jabarupdate: Seorang prajurit Tentara Naaional Indonesia (TNI) telah terbunuh saat mencari seorang pilot Selandia Baru yang diculik di wilayah Papua.

Pemberontak menyerang TNI yang tengah menyisir lokasi di Mugi-man, Nduga, Minggu (15/4/2023). Pasukan Kopasus itu hendak mencari pilot Susi Air, Phillips Mehrtens.

Para pemberontak, kemudian mengklaim bahwa sembilan tentara ditembak mati dalam bentrokan tersebut.

Sementara Associated Press mengutip sumber-sumber militer yang menyebutkan bahwa jumlah korban tewas mencapai enam orang.

Pasukan tersebut merupakan bagian dari sebuah detasemen yang dikirim untuk mencari Phillip Mehrtens, korban sandera KKB Papu sejak bulan Februari lalu.

Para pemberontak Papua telah mengupayakan kemerdekaan dari Jakarta selama beberapa dekade.

Pasukan Indonesia diserang pada hari Minggu ketika sedang mencari Mehrtens, Pilot Susi Air asal Selandia Baru, di dekat kubu separatis di distrik pegunungan Nduga.

Kelompok bersenjata menembak seorang prajurit yang jatuh ke jurang sedalam 15 meter. Kemudian, mereka melancarkan serangan kedua ketika pasukan sedang mencari mayatnya.

Hal tersebut diungkapkan Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono kepada para wartawan.

Julius menambahman bahwa masih belum diketahuk Kondisi prajurit lainnya yang tersebar di beberapa lokasi.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB mengaku bertanggung jawab atas serangan kepada TNI itu.

Mereka mengatakan, serangan dilancarkan untuk menghalangi upaya militer yang ingin menyelamatkan Mehrtens.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Selandia Baru memiliki kewajiban untuk mendorong Indonesia menghentikan operasi militer,” ujar juru bicara pemberontak Sebby Sambom dalam sebuah pernyataan.

Awal Mula Pilot Selandia Baru Ditangkap KKB

Pilot berusia 37 tahun itu ditangkap tidak lama setelah ia mendaratkan pesawat untuk menurunkan penumpang di Nduga

Sebuah video yang menunjukkan Mehrtens dikelilingi oleh orang-orang bersenjata lengkap kemudian dirilis oleh para pemberontak, yang mengatakan bahwa mereka akan membebaskannya jika Papua diberikan kemerdekaan.

Seorang juru bicara TPNPB sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa Pilot asal Selandia Baru itu ditahan di sebuah benteng pemberontak yang terpencil. Korban akan digunakan sebagai “pengaruh” dalam perundingan.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa ia menjadi sasaran karena adanya kerja sama militer Selandia Baru dengan Indonesia.

Para pemberontak yang menginginkan kemerdekaan sebelumnya telah mengeluarkan ancaman dan menyerang pesawat yang mereka yakini membawa personel dan pasokan ke Jakarta.

Wilayah ini terbagi menjadi dua provinsi, Papua dan Papua Barat. Keduanya terpisah dari Papua Nugini yang sudah merdeka.

Sebelumnya dua provinsi itu merupakan jajahan Belanda, Papua Barat mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1961.

Namun Indonesia mengambil alih dua tahun kemudian dan secara resmi diberikan kendali dalam pemungutan suara yang diawasi PBB pada tahun 1969.

Pemungutan suara PBB secara luas dianggap tidak sah karena hanya sekitar 1.000 orang Papua yang ikut serta.

Gerakan pro-kemerdekaan dimulai tidak lama setelah itu, yang berlanjut hingga hari ini.

Konflik antara penduduk asli Papua dan pihak berwenang Indonesia sering terjadi, dengan para pejuang separatis meningkatkan serangan mereka sejak tahun 2018.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler