SDN Bunisari KBB Digembok oleh Pihak yang Mengaku Ahli Waris

Sdn bunisari kbb
SDN Bunisari KBB Digembok Ahli Wari pada Tanggal 10 Agustus 2022/Net

KBB, Jabarupdate: Ramai pemberitaan terkait dengan penutupan SDN Bunisari Kabupaten Bandung Barat atau KBB ddengan cara digembok.

Dugaan sengketa lahan tersebut membuat siswa SDN Bunisari terlantar di depan gerbang sekolahnya.

Pihak yang mengaku ahli waris bernama Nana Rumantana menggembok dan mengelas gerbang dari SDN Bunisari tersebut. Lokasi sekolah dasar ini di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah.

Akibatnya penggembokan itu, ratusan murid terlantar.

Kondisi ini terjadi akibat sengketa lahan oleh pihak ahli waris yang menganggap bahwa lahan tersebut bukan milik desa.

Terdapat Surat Keterangan (SK) Kepala Desa dengan nomor:100/387/2008.Ds/IX/Pem., di samping gerbang sekolah itu.

Dalam SK ini tertera, berdasarkan akta jual beli nomor 73/PdI/1970 tanggal 1970 yang dikeluarkan oleh PPATS/Camat Padalarang Sutisna Ariana, SH.

Bahwa objek tanah seluas kurang lebih 700 meter persegi Nomor Pasal 89 Kelas D II Nomor Cohir 1390 Blok Cimareme, dengan batas sebelah utara SDN Bunisari, sebelah timur Solokan, sebelah selatan Usup dan sebelah barat Winata.

Objek tanah tersebut sampai saat ini adalah milik Nana Rumantana dan bukan aset milik Pemerintah Desa Gadobangkong.

Salah satu orang tua siswa, Tarmini mengaku pihaknya kecewa sebab di hari pertama masuk sekolah anak-anak tidak bisa masuk sekolah.

Pihaknya tidak mendaptkan informasi atau pemberitahuan terlebih dahulu. Ia mengaku, sedih dan merasa kasihan kepada anak-anak karena mereka baru pertama kali masuk sekolah.

Pengakuan Kepala SDN Bunisari KBB

Sementara itu, PLT dari Kepala Sekolah SDN Bunisari KBB, Rita Rosita Fadilah mengungkapkan, dirinya baru menjadi kepala sekolah tahun ini. Namun sudah terjadi lagi penggembokan di gerbang sekolah.

Dirinya juga menuturkan di waktu dulu sebelum di merger dengan SDN Bunisari, SDN Langensari tersebut sempat juga mengalami penggembokan.

“Beberapa tahun lalu juga sempat ada terjadinya penggembokan,” ujar Rita.

Ia berharap, dengan adanya penggembokan yang berulang ini ada langkah yang bisa dilakukan Dinas Pendidikan KBB. Khususnya untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan masalah pribadi.

“Karena ini merupakan permasalahan pribadi. Jadi ke depannya kami berharap agar kegiatan sekolah bisa berjalan dengan kondusif,” ucap dia.

Rita juga menjelaskan bahwa pihaknya kini belum bisa menata dan melakukan pembenahan sekolah dari yang sebelumnya, SDN Langensari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article
Sosok bharada e

Sosok Bharada E, Ajudan Termuda yang Pernah Mengawal Irjen

Next Article
Krang taruna bungurberes

Begini Cara Karang Taruna Bungurberes Meriahkan HUT RI Ke-77

Total
0
Share