Ungkap AI Google ‘Makhluk Hidup’, Insinyur Senior Dipecat

AI Google Makhluk Hidup
AI Google/voxafrica

Global, Jabarupdate: Seorang Insinyur senior di Google mengungkap bahwa AI di perusahaan tersebut adalah sebagai ‘makhluk hidup’ atau memiliki ‘kesadaran sendiri’ akhirnya dipecat.

Engineer tersebut bernama Blake Lemoine, Google memberikan sanksi kepadanya sebab telah dianggap melanggar perjanjian.

Insinyur senior Software Google itu bertanggungjawab pada kecerdasan buatan perusahaan.

Namun harus kena pecat setelah mengungkapkan bahwa sistem AI Google miliki ‘kesadaran’ sendiri.

Ia sudah menyerahkan sejumlah dokumen kepada Senator Amerika tentang fenomena yang dianggap kelak berpotensi menjadi ancaman umat manusia.

Blake Limoine pun mengungkapkan kepada The Washington Post bahwa ia meyakini salah satu proyek dari kecerdasan buatan (AI) perusahaan itu bisa hidup.

Setelah melakukan percakapannya dengan LaMDA (singkatan dari Model Bahasa Untuk Aplikasi Dialog), sistem chatbot yang mengandalkan model bahasa Google dan triliunan kata dari internet ini, diklaim oleh Lemoine memiliki kemampuan untuk memikirkan keberadaannya sendiri.

Lemoine dengan perwakilan komite kehakiman DPR di Amerika mendiskusikan pekerjaannya, dan juga aktivitas Google yang tidak etis terkait AI.

Oleh karena itu Google memberinya sanksi cuti administratif berbayar kerena dinilai telah melanggar perjanjian kerahasiaan perusahaan.

Mengutip dari laman Engadget pada Selasa (14/6/2022), Google telah menyangkal dengan tegas argumen dari Lemoine.

Juru bicara Google, Brian Gabriel mengatakan kepada The Washington Post bahwa pihaknya telah menurunkan tim dan juga ahli etik serta teknologi untuk meninjau kekhawatiran Blake Lemoine sesuai dengan Prinsip-prinsip dari AI.

Selain itu Brian Gabriel juga menambahkan bahwa pihaknya telah memberi tahu kepada Lemoine akan bukti yang ia punya tidaklah mendukung. Bahwa dengan tegas AI Google bukanlah ‘makhluk hidup’.

Google sudah dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada bukti LaMDA adalah makhluk hidup dan banyak bukti yang menentangnya.

Meskipun telah diyakini bahwa LaMDA atau AI Google secara ajaib berubah sebagai makhluk hidup, namun sayangnya Blake Lemoine tidak memiliki banyak bukti untuk memperkuat pernyataan provokatifnya.

Lemoine juga megakui kepada The Washington Post akan klaimnya itu. Yakni didasarkan pada pengalamannya sebagai pendeta dan bukan sebagai ilmuan.

Pada akhirnya, jauh lebih masuk akal bahwa sistem yang memiliki akses begitu banyak informasi dapat dengan mudah merekonstruksi balasan yang terdengar. Seperti manusia tanpa mengetahui apa artinya, atau dengan kata lain tanpa memikirkannya sendiri.

Dalam sebuah wawancara padatahun 2019 dengan Big Think, Daniel Dennett yang merupakan seorang filusuf telah mengeksplorasi pertanyaan seputar kesadaran dan pikiran manusia selama beberapa dekade.

Dan menjelaskan,mengapa kita mesti skeptis dalam menghubungkan kecerdasan dengan sistem kecerdasan.

“Entitas dari AI ini. Bukannya merupakan penditeksi pola yang sangat baik. Analisis statistik yang sangat baik, dan kita dapat menggunakan produk intelektual tersebut tanpa kita mengetahui bagaimana mereka dihasilkan,” ujar Dennett

“Akan tetapi harus punya alasan yang bertanggung jawab yang baik untuk percaya bahwa mereka akan menghasilkan kebenaran paling banyak,” lanjutnya.

“Tidak ada sitem komputer di dunia, tak peduli juga seberapa akurat mereka menjawab pertanyaan atau mengkategorikan gambar, yang mampu hidup hingga saat ini,” tambah Dennett.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article
Timnas Indonesia Pesta Gol

Timnas Indonesia Pesta Gol ke Gawang Nepal

Next Article
Kabinet Jokowi yang baru

Kabinet Jokowi yang Baru, Angkat Ketum PAN dan Mantan Panglima TNI jadi Menteri

Related Posts
Total
0
Share