Heboh! Guru SD Temukan Gerabah Berisi Mata Uang VOC Bernilai Fantastis

Mata Uang VOC
Lambang VOC/Ist

Ragam, Jabarupdate: Seorang guru sekolah dasar (SD) menemukan gerabah berisi mata uang Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).

Artikel ini dikutip Jabarupdate dari CNBCIndonesia pada Selasa (17/12/2024).

Cuaca mendung dan hujan deras seringkali membuat kondisi halaman sekolah becek. Hal ini juga dirasakan oleh Nuryasin, seorang Kepala Sekolah Dasar (SD) di SDN Pejagan IV, Madura.

Tak ingin melihat murid-murid kesulitan melintas di halaman berlumpur, ia memutuskan untuk mengambil cangkul dan menimbun area becek dengan tanah kering.

“Saya menggali tanah di halaman sekolah untuk menutup bagian-bagian yang becek akibat hujan,” ungkap Nuryasin.

Niat awalnya sederhana, hanya memperbaiki kondisi halaman agar tetap nyaman bagi para siswa.

Namun, siapa sangka, aksinya itu justru membawanya pada penemuan mengejutkan. Saat menggali tanah hingga kedalaman 25-30 cm, Nuryasin tiba-tiba menemukan benda asing yang ternyata adalah gerabah kuno.

Gerabah tersebut berhasil dikeluarkan dari lubang galian, dan betapa kagetnya ia ketika mendapati isinya adalah koin-koin kuno peninggalan zaman VOC.

Mata uang kuno itu memiliki nilai sejarah dan ekonomi yang fantastis.

Mata Uang (Koin) VOC dengan Nilai Sejarah Tinggi

Menurut keterangan, koin yang ditemukan terdiri dari dua jenis. Jenis pertama memiliki diameter 2,1 cm dengan tanda VOC dan lambang Kerajaan Belanda bertahun pemakaian 1746-1760.

Jenis kedua berdiameter 2,9 cm dengan tulisan Indiae Batav, yang digunakan pada periode 1819-1828. Koin-koin tersebut berbahan dasar perak dan memiliki berat total 13 kg.

Temuan ini sontak menjadi perbincangan hangat di seluruh Indonesia. Kabar penemuan harta karun VOC langsung menarik perhatian banyak pihak, termasuk otoritas terkait yang segera datang ke lokasi untuk memastikan keaslian benda tersebut.

Setelah melalui verifikasi, penemuan itu dikonfirmasi sebagai peninggalan bersejarah era penjajahan VOC.

Jika dinilai secara material, seluruh koin yang ditemukan memiliki nilai mencapai miliaran rupiah.

Penolakan Nuryasin Menjual Harta Karun

Meski banyak pihak menganggap Nuryasin bisa menjadi miliarder berkat penemuan ini, ia justru memilih langkah berbeda. Nuryasin menolak menjual koin VOC yang ditemukannya.

Menurutnya, benda bersejarah itu bukanlah milik pribadi, melainkan warisan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.

Ia mengaku, banyak yang menyarankan untuk menjualnya, tapi itu tidak mungkin dia lakukan. Uang temuan ini diserahkan kepada museum atas petunjuk dari Depdikbud.

Keputusannya tersebut menuai banyak apresiasi. Walaupun gagal menjadi kaya secara materi, Nuryasin berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai penemu harta karun bersejarah peninggalan VOC.

Penemuannya juga membuka wawasan baru tentang transaksi ekonomi pada masa penjajahan.

Sejarah Transaksi Koin pada Masa VOC

Penggunaan mata uang sebenarnya telah ada sejak era kerajaan Hindu-Buddha. Kala itu, masyarakat Jawa kuno menggunakan koin emas untuk transaksi besar seperti jual-beli tanah.

Ketika VOC datang ke Nusantara, mereka melakukan standarisasi mata uang demi kelancaran aktivitas perdagangan.

Museum Bank Indonesia mencatat bahwa VOC mengedarkan berbagai jenis koin seperti rijksdaalder, dukat, stuiver, gulden, dan doit. Semua koin tersebut terbuat dari bahan logam seperti emas, perak, tembaga, dan nikel.

Salah satu yang paling diingat adalah koin doit, karena dari sinilah istilah “duit” mulai digunakan sebagai sebutan uang di Indonesia.

Pada akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai runtuh dan berakhir pada 1799. Setelah itu, pemerintahan Hindia Belanda menggantikan mata uang VOC dengan mata uang baru.

Koin-koin VOC pun perlahan menjadi peninggalan sejarah yang berharga. Beberapa di antaranya terkubur dan menjadi harta karun yang bernilai tinggi, seperti yang ditemukan oleh Nuryasin.

Penemuan Bersejarah yang Menguak Tabir Masa Lalu

Penemuan gerabah berisi mata uang VOC oleh Nuryasin bukan sekadar kejadian biasa. Temuan ini berhasil mengungkap kembali bagaimana masyarakat Nusantara bertransaksi di masa kolonial.

Selain itu, penemuan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah.

Keputusan Nuryasin untuk menyerahkan harta karun tersebut ke museum menunjukkan sikap yang patut diapresiasi.

Warisan ini diharapkan dapat dinikmati oleh generasi mendatang dan menjadi bahan pembelajaran tentang sejarah ekonomi di Indonesia.

Dengan demikian, penemuan Nuryasin tidak hanya bernilai materi, tetapi juga membuka wawasan sejarah bangsa yang nyaris terlupakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini