
Ciamis, Jabarupdate: Musim pancaroba di Kabupaten Ciamis menjadi tantangan bagi para pemilik hewan peliharaan, khususnya kucing.
Peralihan cuaca dari panas ke dingin menyebabkan banyak kucing terserang penyakit, terutama flu. Klinik Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Ciamis mencatat peningkatan pasien hingga rata-rata 5 ekor kucing per hari selama seminggu terakhir.
Kucing Flu Dominasi Pasien di Klinik Disnakkan Ciamis
Dokter hewan Disnakkan Ciamis, drh. Syifa Khairunnisa, mengungkapkan bahwa sebagian besar kucing yang datang ke klinik terserang virus influenza atau flu.
“Iya benar, sehari rata-rata sampai 5 pasien anjing dan kucing, tapi didominasi kucing yang terserang virus flu,” ujar Syifa saat ditemui di Klinik Hewan Disnakkan Ciamis, Jumat (19/7/2025).
Menurut Syifa, penurunan daya tahan tubuh kucing akibat perubahan cuaca menjadi penyebab utama merebaknya flu kucing saat musim pancaroba di Ciamis.
Meski flu ini tidak termasuk zoonosis (tidak menular ke manusia), pemilik hewan peliharaan tetap disarankan untuk menjaga kebersihan agar mencegah penyebaran virus.
Ancaman Virus Lain di Musim Pancaroba
Selain flu, musim pancaroba di Ciamis juga membuat kucing rentan terhadap virus berbahaya seperti Panleukopenia dan Calicivirus.
Panleukopenia ditandai dengan diare dan muntah-muntah, sedangkan Calicivirus menyebabkan keluarnya cairan dari hidung dan mulut. Jika tidak ditangani cepat, kedua virus ini dapat mematikan.
“Penularan virus ini sangat cepat antarhewan dan berpotensi menjadi wabah,” kata Syifa.
Ia menyarankan pemilik segera membawa kucing ke klinik jika menunjukkan gejala seperti diare, muntah, atau keluar cairan dari hidung dan mulut.
Tragedi Kucing Mati di Lembursitu
Musim pancaroba di Ciamis pernah memicu kejadian tragis pada Agustus 2023. Sebanyak 11 kucing di Lingkungan Lembursitu, Kelurahan Ciamis, mati mendadak dalam waktu seminggu.
Kucing-kucing tersebut berada di penampungan milik aktivis pecinta kucing liar. Dugaan sementara, kematian disebabkan oleh Calicivirus.
Tim Disnakkan langsung bertindak dengan menyemprotkan disinfektan di kandang dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Cara Mencegah Penyakit Kucing di Musim Pancaroba
Untuk mengatasi dampak musim pancaroba di Ciamis, Disnakkan Ciamis memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemilik hewan peliharaan:
1. Jaga Kebersihan Kandang: Bersihkan kandang secara rutin untuk mencegah penyebaran virus.
2. Berikan Nutrisi Berkualitas: Pastikan kucing mendapatkan pakan yang mendukung daya tahan tubuh.
3. Jemur Kucing: Penjemuran di bawah sinar matahari membantu mengurangi stres dan meningkatkan imunitas.
4. Segera ke Klinik: Jika kucing menunjukkan gejala sakit, segera bawa ke klinik hewan terdekat.
Syifa menambahkan, kucing yang mendapatkan penanganan tepat biasanya sembuh dalam 1-2 minggu, tergantung pada kondisi daya tahan tubuhnya.
Edaran Kewaspadaan dari Disnakkan
Untuk mencegah wabah, Disnakkan Ciamis telah mengeluarkan edaran kewaspadaan ke lima Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), yaitu Ciamis, Panumbangan, Kawali, Rancah, dan Banjarsari.
Edaran ini diteruskan ke desa-desa, mengimbau masyarakat menjaga kebersihan kandang dan melapor ke UPTD terdekat jika menemukan gejala penyakit pada hewan peliharaan.
“Masyarakat bisa melapor ke UPTD terdekat untuk mendapatkan bantuan cepat,” ujar Syifa.
Jaga Kucing Anda di Musim Pancaroba
Musim pancaroba di Ciamis tidak hanya memengaruhi kesehatan manusia, tetapi juga hewan peliharaan.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, pemilik kucing dapat melindungi peliharaannya dari ancaman virus flu, Panleukopenia, hingga Calicivirus.
Jika Anda melihat tanda-tanda penyakit pada kucing, segera hubungi klinik hewan atau UPTD Disnakkan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.



