
Ciamis, Jabarupdate : Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan angklung sebagai salah satu identitas budaya Sunda yang memiliki nilai sejarah, seni, dan ekonomi.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Ciamis yang ke-64 di Alun-Alun Ciamis, Rabu (22/07/2026).
Menurut Bupati Herdiat, pelestarian angklung tidak hanya menjadi tanggung jawab para seniman, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan masyarakat Ciamis dinilai menjadi modal penting untuk menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada khalayak yang lebih luas.
“Masyarakat Ciamis itu guyub dan memiliki kebersamaan yang kuat. Momentum seperti ini menjadi bagian dari upaya memelihara dan melestarikan seni budaya Sunda. Kebetulan angklung juga banyak diproduksi di Ciamis, sehingga sudah sewajarnya kita bersama-sama membantu mempromosikannya, baik kepada masyarakat Ciamis maupun ke luar daerah, bahwa angklung merupakan salah satu kekayaan seni budaya Sunda,” ujar Bupati Herdiat.
Angklung Ciamis Miliki Peluang Pasar yang Besar
Bupati Herdiat menjelaskan, salah satu langkah untuk memperkuat keberadaan angklung Ciamis adalah dengan memperluas pemasaran. Ia menyebut hasil produksi perajin angklung di Kabupaten Ciamis telah dipasarkan ke berbagai pihak, termasuk lingkungan seni di Bandung.
“Yang terpenting adalah pemasaran. Angklung yang diproduksi di Ciamis sudah masuk ke lingkungan seni di bawah pimpinan Mang Udjo di Bandung. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kelompok seni yang memesan angklung produksi Ciamis,” katanya.
Ia optimistis meningkatnya permintaan akan memberikan dampak positif bagi para perajin lokal sekaligus memperkuat posisi Ciamis sebagai salah satu daerah penghasil angklung berkualitas di Jawa Barat.
Pelestarian Angklung Perlu Dimulai dari Generasi Muda
Selain memperluas pasar, Herdiat menilai pelestarian angklung harus dilakukan melalui pendidikan dan pembinaan kepada generasi muda. Menurutnya, sekolah, komunitas seni, hingga para pemuda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional tersebut.
“Kita budayakan kembali angklung di lingkungan sekolah, di kalangan pemuda, termasuk bersama para sesepuh yang selama ini memiliki semangat luar biasa dalam menjaga budaya Sunda,” ungkapnya.
Ia berharap semakin banyak kegiatan seni budaya yang melibatkan angklung sehingga minat generasi muda terhadap kesenian tradisional terus tumbuh di tengah perkembangan zaman.
Hari PWRI Jadi Momentum Memperkuat Budaya Daerah
Peringatan Hari PWRI di Alun-Alun Ciamis tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para purnabakti aparatur negara, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus berkontribusi menjaga kelestarian seni dan budaya di Kabupaten Ciamis.
“Hatur nuhun ka sadayana. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus bersama-sama melestarikan budaya daerah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, dunia pendidikan, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap angklung semakin dikenal luas.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga eksistensi budaya Sunda sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para perajin angklung di Kabupaten Ciamis.



