Ciamis, Jabarupdate : Kabupaten Ciamis dinilai masih dalam kondisi kondusif di tengah maraknya perhatian terhadap aksi geng motor dan kekerasan jalanan di wilayah Priangan Timur, termasuk Tasikmalaya.
Anggota GBR Ciamis, Adles, menilai keberadaan komunitas motor di Kabupaten Ciamis tetap dapat memberikan dampak positif selama mampu bersinergi dengan masyarakat dan tidak terlibat dalam kegiatan yang meresahkan.
“Untuk di wilayah Kabupaten Ciamis aman-aman saja. Asalkan masih dalam hal positif dan bisa bersinergi dengan masyarakat, khususnya di Ciamis, saya rasa masih aman,” ujar Adles, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, menjaga kondusivitas tidak bisa dilakukan oleh satu kelompok saja. Karena itu, GBR Ciamis bersama sejumlah komunitas motor lainnya terus membangun komunikasi dan kerja sama untuk menjaga keamanan lingkungan.
“Kami selalu bekerja sama dengan komunitas motor lain yang berada di Kabupaten Ciamis untuk saling menjaga kondusivitas di Kabupaten Ciamis, dengan kepolisian juga,” katanya.
GBR Ciamis Dorong Kegiatan Positif
Adles mengatakan, komunitas motor juga memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial dan komunikasi di lingkungan masing-masing.
Ia menilai komunitas motor berbeda dengan kelompok yang melakukan aksi kekerasan atau mengganggu ketertiban umum.
“Saya rasa itu bukan komunitas motor, itu geng motor. Tentunya sangat meresahkan dan membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap komunitas motor dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk melakukan kegiatan yang lebih positif. Menurut Adles, keberadaan komunitas seharusnya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, bukan justru menimbulkan keresahan.
Anggota Terlibat Kekerasan Bisa Dicoret
Adles juga menegaskan adanya sikap tegas terhadap anggota yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan atau kegiatan yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, anggota yang melakukan pelanggaran dapat dikeluarkan dari keanggotaan. Selain itu, proses hukum tetap harus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Tentunya akan dicoret di keanggotaan dan mengikuti aturan hukum bagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan kelompok-kelompok geng motor baru yang dinilai masih melibatkan anak di bawah umur. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian di antaranya masih berstatus sebagai pelajar.
Adles berharap persoalan tersebut dapat dicegah melalui pendekatan pembinaan dan kegiatan yang lebih positif.
Minta Pemerintah dan Polisi Berikan Ruang Berkarya
Di tengah isu geng motor yang mencuat di sejumlah daerah, Adles berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Polres Ciamis terus melakukan pembinaan terhadap komunitas maupun kelompok motor yang ada di wilayah Ciamis.
Menurutnya, pendekatan pembinaan perlu dibarengi dengan pemberian ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas dan aktivitas mereka secara positif.
“Harapannya buat geng motor Ciamis ke depannya bisa lebih baik dan kondusif dan diarahkan ke jalur positif. Pembinaan dari pemerintah Ciamis dan Polres Ciamis, serta diberikan ruang untuk berkarya,” ucapnya.
Adles menilai sinergi antara pemerintah, kepolisian, komunitas motor, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Ciamis tetap aman dan kondusif.
Dengan adanya komunikasi serta kegiatan yang positif, komunitas motor diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya.




