Dapur MBG Kemala Bhayangkari Ciamis Berdayakan Disabilitas sebagai Tenaga Kerja

Dapur MBG Kemala Bhayangkari
Proses Produksi di Dapur MBG Kemala Bhayangkari/Dok. Polres Ciamis

Ciamis, Jabarupdate: Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kemala Bhayangkari di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat, menjadi model pemberdayaan masyarakat melalui program MBG.

Dapur ini tidak hanya menyediakan makanan sehat, tetapi juga melibatkan warga lokal, termasuk seorang penyandang disabilitas, sebagai tenaga kerja.

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, mengatakan bahwa Dapur MBG Kemala Bhayangkari beroperasi dengan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas makanan sesuai standar kesehatan.

Proses pengolahan hingga distribusi diawasi secara klinis demi menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat.

“Dapur ini memberdayakan puluhan warga Sindangrasa, termasuk satu penyandang disabilitas yang dilibatkan sebagai tenaga kerja. Semua langkah dilakukan untuk menjaga kualitas makanan yang sampai ke masyarakat,” ujar Hidayatullah saat peluncuran dapur di Jalan Jenderal Sudirman, Ciamis, pada Selasa (30/9/2025).

Komitmen pada Kualitas dan Inklusivitas

Dapur MBG Kemala Bhayangkari, yang dikelola bersama Yayasan Kemala Bhayangkari dan Polres Ciamis, menjadi contoh bagaimana program MBG tidak hanya fokus pada penyediaan pangan sehat, tetapi juga pemberdayaan komunitas.

Dengan melibatkan penyandang disabilitas, dapur ini menunjukkan komitmen pada inklusivitas sosial.

Hidayatullah menegaskan bahwa setiap tahap produksi makanan diuji secara ketat.

“Kami ingin memastikan makanan yang didistribusikan aman dan bergizi, tanpa ada masalah seperti kasus keracunan,” tambahnya, merujuk pada kejadian keracunan massal di Kecamatan Pamarican yang saat ini masih diselidiki polisi.

Respons terhadap Kasus Keracunan Pamarican

Terkait kasus keracunan massal di Pamarican, Hidayatullah menyebut bahwa Polres Ciamis telah memeriksa delapan saksi dan membekukan operasional dapur MBG Sukajadi untuk keperluan penyelidikan.

“Kami sedang mendalami sumber keracunan. Jika terbukti dari program MBG, tindakan hukum akan diambil,” tegasnya.

Namun, ia memastikan bahwa Dapur MBG Kemala Bhayangkari di Sindangrasa tidak terkait dengan kasus tersebut dan tetap beroperasi dengan standar keamanan tinggi.

Program ini diharapkan menjadi solusi pangan sehat sekaligus mendukung ekonomi lokal melalui pemberdayaan warga.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Keberadaan Dapur MBG Kemala Bhayangkari tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja.

Dengan melibatkan warga lokal, termasuk penyandang disabilitas, dapur ini menjadi simbol kolaborasi antara kepolisian, yayasan, dan komunitas untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Polres Ciamis berkomitmen untuk terus mengawasi operasional dapur ini agar tetap memenuhi standar kesehatan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Laporan: Maharaja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini