Mengulik Data Pertumbuhan Ekonomi dan IPM Kabupaten Tasikmalaya 2022-2024

IPM Kabupaten Tasikmalaya
Kantor Bupati Tasikmalaya/Tangkapan Layar

Tasikmalaya, Jabarupdate: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tasikmalaya terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Statistik Kunci 2022–2024, IPM Kabupaten Tasikmalaya naik dari 68,45 pada tahun 2022 menjadi 69,38 pada 2023, dan kembali meningkat menjadi 69,98 pada 2024.

Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama pada aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Peningkatan IPM Kabupaten Tasikmalaya tersebut berjalan seiring dengan membaiknya indikator sosial lainnya.

Tingkat melek huruf penduduk usia 15 tahun ke atas meningkat signifikan pada 2023 menjadi 99,71 persen sebelum berada di angka 98,83 persen pada 2024.

Sementara angka harapan hidup berada pada kisaran 73 tahun lebih, menandakan stabilitas kondisi kesehatan masyarakat.

Dari sisi ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga memperlihatkan tren positif.

TPAK tercatat sebesar 67,83 persen pada 2022, meningkat menjadi 68,37 persen pada 2023, dan naik tipis menjadi 68,76 persen pada 2024.

Kondisi ini sejalan dengan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menyentuh angka 3,74 persen pada 2024, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah penduduk miskin Kabupaten Tasikmalaya juga mengalami penurunan. Pada 2022 tercatat sebanyak 194,10 ribu jiwa, kemudian turun menjadi 186,87 ribu jiwa pada 2023 dan stabil di kisaran 186,80 ribu jiwa pada 2024.

Persentase penduduk miskin pun turun dari 10,73 persen pada 2022 menjadi 9,72 persen pada 2024.

Dari aspek ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku terus meningkat.

Pada 2022 nilai PDRB tercatat sebesar Rp42,659 triliun dan naik menjadi Rp49,783 triliun pada 2024.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya juga menunjukkan tren positif dengan capaian 4,82 persen pada 2024, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

PDRB per kapita yang menjadi salah satu indikator kesejahteraan turut mengalami peningkatan.

Nilai PDRB per kapita Kabupaten Tasikmalaya naik dari Rp22,544 juta pada 2022 menjadi Rp25,916 juta pada 2024.

Kenaikan ini memperkuat gambaran bahwa daya beli masyarakat cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Secara geografis, Kabupaten Tasikmalaya memiliki luas wilayah 2.708,82 kilometer persegi dan berada pada ketinggian rata-rata 415 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten ini terdiri dari 39 kecamatan dan 351 desa dengan pusat pemerintahan terletak di Singaparna.

Kecamatan Cipatujah tercatat sebagai yang terluas dengan 246,67 km², sedangkan Sukaresik menjadi yang terkecil dengan 17,8 km².

Dengan tren meningkatnya IPM Kabupaten Tasikmalaya serta pertumbuhan ekonomi yang stabil, pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat program pembangunan yang menyasar pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upaya tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan inklusif dan memberikan dampak yang lebih merata kepada seluruh lapisan masyarakat.

Jumlah Penduduk Kabupaten Tasikmalaya 2024

Berdasarkan Proyeksi Penduduk 2021–2035 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2024 mencapai 1.920.921 jiwa.

Komposisi penduduk tersebut terdiri atas 972.023 jiwa laki-laki dan 948.898 jiwa perempuan.

Rasio jenis kelamin tercatat berada pada angka 102, yang berarti terdapat 102 penduduk laki-laki untuk setiap 100 penduduk perempuan.

Sebaran Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur

Distribusi penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada 2024 memperlihatkan dominasi kelompok usia produktif.

Tabel berikut menunjukkan rincian jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur:

– Kelompok usia 0–4 tahun: 152.285 jiwa
– Kelompok usia 5–9 tahun: 138.673 jiwa
– Kelompok usia 10–14 tahun: 141.224 jiwa
– Kelompok usia 15–19 tahun: 154.647 jiwa
– Kelompok usia 20–24 tahun: 158.238 jiwa
– Kelompok usia 25–29 tahun: 151.499 jiwa
– Kelompok usia 30–34 tahun: 139.050 jiwa
– Kelompok usia 35–39 tahun: 131.818 jiwa
– Kelompok usia 40–44 tahun: 126.912 jiwa
– Kelompok usia 45–49 tahun: 121.118 jiwa
– Kelompok usia 50–54 tahun: 122.955 jiwa
– Kelompok usia 55–59 tahun: 112.879 jiwa
– Kelompok usia 60–64 tahun: 98.018 jiwa
– Kelompok usia 65–69 tahun: 70.094 jiwa
– Kelompok usia 70–74 tahun: 49.321 jiwa
– Kelompok usia 75 tahun ke atas: 52.190 jiwa

Mayoritas penduduk berada pada rentang usia produktif 15–64 tahun.

Kondisi ini menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan bonus demografi melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesempatan kerja, dan pemberdayaan ekonomi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini