
Ciamis, Jabarupdate: Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memberikan peringatan keras sekaligus pembinaan kepada seluruh aparatur desa di Kecamatan Kawali terkait tata kelola keuangan.
Dalam kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa tahun 2026, Bupati menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kawali pada Senin (26/1/2026) ini dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa, hingga Bendahara dari 11 desa se-Kecamatan Kawali.
Dalam arahannya, Herdiat menggarisbawahi bahwa sehebat apa pun seorang Kepala Desa memahami aturan, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya soliditas.
“Pemerintah desa terdiri dari kepala desa, perangkat, dan BPD. Sinergi dan kebersamaan adalah kunci. Jika tidak solid, hasilnya tidak akan baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herdiat mengibaratkan hubungan di desa seperti hubungan Bupati dan DPRD di tingkat kabupaten yang harus berjalan selaras sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Herdiat juga memaparkan kondisi pahit terkait keuangan daerah. Sejak pandemi Covid-19, APBD Kabupaten Ciamis mengalami penurunan drastis dari Rp3,1 triliun di tahun 2019 menjadi sekitar Rp2,3 triliun saat ini.
“Ada penurunan hampir Rp900 miliar. Kondisi ini sangat berat. Bahkan di tahun 2026 ini, kita masih menghadapi defisit sekitar Rp150 miliar karena pemerintah tetap memprioritaskan pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.
Menyikapi keterbatasan anggaran tersebut, Herdiat meminta para pengelola dana desa untuk ekstra hati-hati. Ia mengingatkan bahwa pengawasan kini semakin ketat dan setiap pelanggaran memiliki konsekuensi hukum.
Menutup arahannya, Bupati Ciamis mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem.
“Saya imbau seluruh perangkat desa untuk mengedukasi masyarakat. Jaga kebersihan lingkungan dan pastikan saluran air lancar untuk mengantisipasi risiko bencana di wilayah masing-masing,” pungkasnya.



