Ciamis, Jabarupdate :– Universitas Galuh (Unigal) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 15–17 September 2026 ini diikuti sebanyak 1.772 mahasiswa baru.
PKKMB Unigal 2026 mengusung tema “Membentuk Karakter Konservasi Budaya Menuju Kampus Berdampak”. Sementara itu, tagline yang digunakan adalah “Berkarakter dalam Budaya, Unggul dalam Berkarya”.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus. Mahasiswa baru juga mendapatkan berbagai pembekalan untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Materi yang diberikan mencakup karakter, budaya akademik, etika, teknologi, kebangsaan hingga tanggung jawab sosial. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus memahami peran mereka sebagai bagian dari sivitas akademika.
Rangkaian PKKMB Unigal 2026 digelar secara outdoor. Pada hari pertama dan kedua, kegiatan dipusatkan di Area Parkir Gedung Rektorat Universitas Galuh.
Selanjutnya, pada hari ketiga, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di fakultas masing-masing. Mereka mendapatkan informasi yang lebih spesifik mengenai program studi dan kehidupan akademik.
Nuansa budaya juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan PKKMB. Profil Universitas Galuh diperkenalkan melalui perpaduan musik gamelan, paduan suara dan Tarian Galuh Rahayu.
Mahasiswa baru juga dikenalkan dengan jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis, rektorat, kepala unit, ketua lembaga, ketua badan serta para dekan di lingkungan Universitas Galuh.
Mengacu pada Panduan PKKMB 2026 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mahasiswa memperoleh materi mengenai kehidupan berbangsa, jati diri bangsa, bela negara, sistem pendidikan tinggi dan pengembangan karakter.
Rektor Universitas Galuh, Dr. Tita Rohita, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep., turut memberikan materi mengenai budaya akademik dan nilai-nilai institusi.
Selain itu, mahasiswa baru mendapat pembekalan tentang pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Mereka juga diarahkan agar mampu berkomunikasi serta menggunakan media sosial secara bijak.
Pembekalan lainnya berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala BNN.
Sementara itu, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) memberikan pemahaman mengenai bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan dan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman.
Pada hari kedua, materi PKKMB dilanjutkan dengan pembahasan growth mindset, pembentukan karakter, kesehatan mental, kode etik, pembiayaan pendidikan dan fasilitas kampus.
Konsep Kampus Berdampak juga diperkenalkan kepada mahasiswa baru. Melalui materi tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Nilai kebangsaan turut menjadi bagian dari pembekalan. Brigadir Jenderal TNI Raden Yoga Raharja, S.E., M.M., M.I.Pol., menyampaikan materi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan kesadaran bela negara.
Mahasiswa juga memperoleh materi antikorupsi dan antiplagiarisme. Selain itu, mereka mendapatkan pemahaman mengenai pencegahan intoleransi, radikalisme dan anarkisme yang disampaikan oleh Kejaksaan.
Kepedulian sosial diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Rektor Universitas Galuh melalui DKM Raudlatul Muttaqin untuk kemudian disalurkan kepada penerima yang telah ditetapkan.
Ketua Panitia PKKMB Universitas Galuh, Dr. Ivan Sayid Nurahman, S.P., M.P., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai kehidupan perguruan tinggi.
“Melalui PKKMB ini, kami ingin mahasiswa baru tidak hanya mengenal kampus secara fisik, tetapi juga memahami budaya akademik, nilai-nilai Universitas Galuh, kehidupan kemahasiswaan, serta memiliki karakter yang siap berkontribusi dan menghasilkan karya yang berdampak,” ujarnya.
Memasuki hari ketiga, mahasiswa baru mendapatkan pengenalan lebih dekat terhadap fakultas dan program studi masing-masing.
Materi yang diberikan meliputi kurikulum, pedoman akademik, pengembangan penalaran, bakat dan minat, kewirausahaan hingga tata cara pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).
Rangkaian PKKMB Unigal 2026 kemudian ditutup dengan konfigurasi dan penutupan oleh Rektor Universitas Galuh di Area Parkir Gedung Rektorat.
Bagi 1.772 mahasiswa baru, PKKMB menjadi langkah awal untuk memasuki kehidupan perguruan tinggi. Mereka tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga dibekali karakter, etika, kecintaan terhadap budaya dan kepedulian sosial.
Melalui pembekalan tersebut, Universitas Galuh mendorong mahasiswa agar mampu beradaptasi, berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.




