Ciamis, Jabarupdate: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis merespons cepat musibah pohon tumbang yang menimpa rumah seorang lansia, Kosir (84), di Dusun Sukasari, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican. Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi sekaligus pendataan kebutuhan darurat.
Peristiwa yang terjadi, Jumat (02/01/2026) sore tersebut mengakibatkan bagian atap rumah korban hancur tertimpa pohon kelapa setinggi 8 meter akibat cuaca ekstrem. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan lengkap dari personel Tagana yang bertugas di wilayah Pamarican. Ia memastikan bantuan logistik kedaruratan segera dikirimkan untuk meringankan beban korban.
“Kami sudah menginstruksikan tim di lapangan untuk segera melakukan penanganan. Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan dasar Pak Kosir terpenuhi, terutama karena beliau merupakan lansia yang masuk kategori kelompok rentan,” ujar Ihsan Rasyad saat dikonfirmasi, Sabtu (03/01/2026).
Ihsan menambahkan, Dinsos Ciamis tengah menyiapkan paket bantuan berupa logistik sembako, paket perlengkapan keluarga (family kit), serta terpal untuk menutup bagian atap yang jebol agar rumah tersebut masih bisa ditempati sementara waktu di tengah cuaca yang belum menentu.
“Bantuan logistik seperti makanan siap saji, terpal, dan matras sedang dalam proses penyaluran melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah rehabilitasi bangunan jika memungkinkan,” tambahnya.
Terkait maraknya cuaca ekstrem di awal tahun 2026, Ihsan Rasyad juga mengimbau masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya yang tinggal di dekat pohon-pohon besar atau wilayah rawan, untuk tetap waspada.
“Kami melalui pilar-pilar sosial seperti Tagana akan terus bersiaga 24 jam. Kami minta warga segera melapor jika ada kejadian serupa agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah relawan dari berbagai unsur seperti Tagana, Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar masih bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan di lokasi kejadian. Kondisi psikologis korban pun dilaporkan stabil dalam pendampingan relawan setempat.




