Ciamis, Jabarupdate: Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis memastikan akan memprioritaskan rehabilitasi terhadap 33 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pendidikan yang sudah lama tidak tersentuh pemeliharaan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ciamis,Dr. Erwan Darmawan, S.STP., M.Si.. menyatakan meskipun data kerusakan sekolah di wilayahnya cukup banyak, pihaknya harus melakukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan yang paling fatal.
“Sebenarnya yang rusak sangat banyak, tetapi kita memprioritaskan 33 sekolah yang dianggap sangat rusak atau masuk ranking teratas kerusakan. Ada bangunan yang bahkan tidak mendapatkan pemeliharaan sejak tahun 1990-an hingga sempat viral,” ujar Erwan kepada awak media, Selasa (07/04/2026).
Terkait pembiayaan, Erwan tidak menampik bahwa kondisi anggaran daerah saat ini tengah memprihatinkan, sebagaimana yang sempat disampaikan oleh Bupati Ciamis. Namun, ia menegaskan bahwa ikhtiar untuk mencari solusi anggaran terus dilakukan, termasuk adanya kabar mengenai relaksasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kabar terakhir ada relaksasi untuk penggunaan dana BOS bagi teman-teman. Namun perlu diingat, BOS itu sifatnya operasional. Tidak bisa digunakan untuk pembangunan besar, kecuali untuk kerusakan-kerusakan ringan saja,” jelasnya.
Ia meminta seluruh keluarga besar pendidikan di Kabupaten Ciamis untuk bersabar dan tetap mengedepankan pelayanan kepada peserta didik sebagai prioritas utama.
Pastikan KBM Tetap Berjalan
Erwan juga menjamin bahwa proses rehabilitasi fisik nantinya tidak akan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pihaknya akan mengadopsi pola penanganan bencana seperti yang pernah dilakukan pada SD Negeri 2 Kujang.
“Kita sudah punya pengalaman saat menangani bencana di SD 2 Kujang. Kita berpikir bagaimana pembangunan bisa dilaksanakan tanpa mengganggu KBM. Teman-teman di lapangan saya kira sudah sangat paham cara mengatasinya,” tambahnya.
Penempatan lokasi perbaikan 33 sekolah tersebut akan tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis. Disdik juga terus berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat kewilayahan untuk memastikan akurasi data dan kelancaran proses pembangunan.
“Intinya kita tidak ingin menunda-nunda lagi. Sesuai keinginan Pak Bupati, kita upayakan masalah infrastruktur ini selesai atau setidaknya bergeser ke arah yang lebih baik sebelum masa jabatan berakhir,” pungkas Erwan.




