OJK Tasikmalaya Perkuat Literasi Keuangan di Ciamis Lewat Program GENIUS, Waspadai Investasi Ilegal dan Judi Online

Ciamis, Jabarupdate : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menggandeng Komisi XI DPR RI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta dunia pendidikan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026), diikuti ratusan kepala sekolah dan tenaga pendidik jenjang SD hingga SMA/sederajat dari seluruh Kabupaten Ciamis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Anggota DPRD Jawa Barat Heri Rafni Kotari, jajaran Komisi XI DPR RI, pimpinan Bank BJB, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para tenaga pendidik.

Literasi Keuangan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menegaskan, Program GENIUS merupakan salah satu langkah strategis OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sejak usia sekolah.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada OJK, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, terutama sekolah dan para guru.

“Keberhasilan literasi dan inklusi keuangan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya OJK. Peserta didik menjadi penerima manfaat utama sehingga guru dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun pemahaman keuangan sejak dini,” ujar Nofa.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya kasus penipuan digital dan investasi ilegal yang masih banyak memakan korban di wilayah Priangan Timur.

Bahkan, OJK Tasikmalaya telah menemukan sedikitnya enam kasus investasi ilegal yang telah dilaporkan kepada Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal untuk ditindaklanjuti.

“Masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal. Karena itu edukasi harus terus diperkuat agar masyarakat lebih waspada sebelum menanamkan dana,” katanya.

Kerugian Akibat Penipuan Mencapai Rp3,4 Triliun

Nofa juga memaparkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) per 31 Mei 2026. Berdasarkan data tersebut, terdapat 166.258 laporan dugaan penipuan transaksi keuangan dengan total kerugian mencapai Rp3,4 triliun.

Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti masih lebarnya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Ia pun mengapresiasi dukungan Komisi XI DPR RI, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Bank BJB, PGRI, kepala sekolah, guru, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program GENIUS.

Bupati Ciamis: Digitalisasi Harus Diimbangi Edukasi

Sementara itu, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menilai edukasi keuangan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, digitalisasi memang membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan ancaman apabila masyarakat tidak memiliki pemahaman yang memadai.

“Digitalisasi memberikan manfaat yang sangat besar, tetapi dampak negatifnya juga tidak kalah besar. Karena itu kita harus mampu memilih dan memilah mana yang bermanfaat dan mana yang harus dijauhi,” ujarnya.

Ia mengingatkan, berbagai persoalan seperti judi online dan pinjaman online kini semakin mudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu,  Bupati Herdiat juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Ciamis.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 83 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dengan jumlah korban mencapai ratusan orang.

“Fenomena ini harus menjadi perhatian bersama. Perkembangan teknologi jangan sampai dimanfaatkan untuk hal-hal yang merusak masa depan generasi muda,” katanya.

Sekolah Berperan Membangun Generasi Emas 2045

Bupati Herdiat, menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter sekaligus membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini.

Ia berharap para guru dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya perencanaan keuangan sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Generasi Emas 2045 harus dipersiapkan mulai sekarang. Selain mengatasi stunting, kita juga harus membangun karakter, mental, dan kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Kabupaten Ciamis

Dalam kesempatan itu, Bupati Herdiat juga menekankan pentingnya budaya gotong royong sebagai modal utama pembangunan daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan Kelurahan Sindangrasa yang mampu menjadi kelurahan terbaik di Jawa Barat meski hanya memiliki anggaran sekitar Rp280 juta per tahun.

Selain itu, ia juga mengungkapkan keberhasilan Kabupaten Ciamis meraih predikat kota kecil terbersih tingkat ASEAN yang dicapai melalui kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah.

“Kekuatan terbesar Ciamis adalah gotong royong masyarakatnya. Membangun fisik itu relatif mudah jika ada anggaran, tetapi membangun karakter masyarakat membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus bersama-sama membangun generasi yang berakhlakul karimah,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini