Tasikmalaya, Jabarupdate : Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke markas sementara Batalyon Tentara Pembangunan (TP) 939/Macan Putih di Kompleks Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menhan menegaskan bahwa setiap prajurit TNI harus menjadi pengayom rakyat serta terus menjaga kedekatan dengan masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan kesiapan operasional Yonif TP 939/Macan Putih sebelum menempati markas permanen di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, yang direncanakan mulai digunakan pada tahun depan.
Setibanya di lokasi, Sjafrie disambut jajaran prajurit Yonif TP 939/Macan Putih bersama sejumlah pejabat TNI Angkatan Darat. Ia kemudian meninjau berbagai fasilitas yang digunakan selama satuan masih menempati markas sementara, mulai dari ruang komando, sarana pendukung prajurit, hingga dapur satuan.
Dalam arahannya, Menhan menekankan bahwa tugas seorang prajurit tidak hanya menjaga kedaulatan negara. Lebih dari itu, prajurit juga harus mampu menghadirkan rasa aman, memberikan manfaat, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kedekatan antara TNI dan rakyat merupakan kekuatan utama yang harus terus dipertahankan.
“Kita adalah tentara rakyat. Kalian berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan seluruh kemampuan yang kalian miliki harus digunakan untuk kepentingan rakyat serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sjafrie.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kemampuan yang dimiliki prajurit, mulai dari latihan tempur, patroli, kemampuan taktis, hingga kedisiplinan militer, harus diarahkan untuk mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sjafrie mengingatkan bahwa seragam TNI bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga amanah besar untuk melindungi masyarakat di mana pun prajurit bertugas.
Menhan Apresiasi Kedekatan Yonif TP 939/Macan Putih dengan Warga
Dalam kesempatan itu, Sjafrie memberikan apresiasi kepada Yonif TP 939/Macan Putih yang dinilai telah mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat selama berada di Kabupaten Tasikmalaya.
Ia berharap hubungan yang harmonis tersebut terus dipertahankan karena kepercayaan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan tugas pertahanan negara.
“Ketika prajurit berada di tengah lingkungan masyarakat, maka kehadirannya harus memberikan manfaat. Hubungan baik dengan warga harus terus dijaga karena dukungan masyarakat merupakan bagian penting dalam perjalanan pengabdian TNI,” ujarnya.
Menurut Sjafrie, kehadiran satuan TNI di suatu daerah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Prajurit juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat serta menjadi solusi dalam berbagai situasi yang membutuhkan kehadiran negara.
Karena itu, ia meminta seluruh personel Yonif TP 939/Macan Putih agar selalu menjaga sikap, perilaku, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Yonif TP 939/Macan Putih Bersiap Tempati Markas Permanen di Cipatujah
Dalam arahannya, Menhan juga menyampaikan bahwa Yonif TP 939/Macan Putih direncanakan akan menempati pangkalan permanen di Kecamatan Cipatujah pada tahun depan.
Keberadaan markas baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan operasional satuan sekaligus memperkuat peran TNI dalam mendukung pembangunan dan menjaga keamanan di wilayah Tasikmalaya Selatan.
Menurutnya, pangkalan permanen nantinya tidak hanya menjadi pusat kegiatan militer, tetapi juga menjadi tempat pengabdian yang mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat.
“Di mana pun prajurit ditempatkan, tugas utamanya tetap sama, yaitu menjaga negara dan selalu dekat dengan rakyat. Kalian harus siap menjalankan tugas di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.
Menhan Dorong Prajurit Terus Tingkatkan Kemampuan
Selain menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat, Sjafrie juga memberikan motivasi kepada seluruh prajurit agar terus meningkatkan kualitas diri.
Ia mengajak seluruh personel Yonif TP 939/Macan Putih untuk memiliki semangat belajar, disiplin, dan kerja keras agar mampu meraih jenjang karier yang lebih tinggi.
Menurutnya, keberhasilan seorang prajurit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan keterampilan militer, tetapi juga oleh karakter, integritas, dan kemauan untuk terus berkembang.
“Jangan membatasi diri dengan pencapaian saat ini. Setiap prajurit harus memiliki harapan yang lebih tinggi. Dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar, peluang untuk berkembang selalu terbuka,” pungkas Sjafrie.
Kunjungan kerja Menteri Pertahanan ke Yonif TP 939/Macan Putih menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan satuan baru tersebut sebelum menempati markas permanen di Cipatujah.
Di sisi lain, arahan yang disampaikan Sjafrie menegaskan kembali bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada kemampuan militernya, tetapi juga pada kedekatan dan kepercayaan yang terjalin dengan rakyat sebagai mitra utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Editor : (JU/Rizal Nurramdhani)




