Asap Tebal Masih Selimuti TPA Cioray Tasikmalaya, Petugas Berjibaku Padamkan Api di Dalam Tumpukan Sampah

Tasikmalaya, Jabarupdate : Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cioray di Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, mulai menunjukkan perkembangan positif.

Meski kobaran api di bagian permukaan tumpukan sampah telah berhasil dikendalikan, kepulan asap masih terlihat membumbung dari area yang terbakar hingga Kamis (27/8/2026).

Petugas gabungan masih melakukan upaya penanganan lantaran sumber api diduga belum sepenuhnya padam.

Titik panas yang berada di bagian dalam dan bawah tumpukan sampah menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Batalyon 93 TP, serta jajaran Kodim 0612 Tasikmalaya terus bekerja melakukan penyiraman dan pendinginan.

Sebanyak sekitar 50 personel diterjunkan untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas. Selain memadamkan sisa api, petugas juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan kondisi di lokasi mulai membaik dibandingkan saat awal kejadian. Api yang sebelumnya terlihat di permukaan tumpukan sampah kini sudah tidak tampak.

“Untuk api yang berada di permukaan sudah tidak terlihat lagi. Namun asap masih cukup tebal karena kemungkinan masih ada bara api yang tersimpan di bagian bawah tumpukan sampah,” ujar Jembar.

Menurutnya, karakteristik kebakaran di area tempat pembuangan akhir memang membutuhkan penanganan khusus. Tumpukan sampah yang menggunung membuat api dapat bertahan di bagian dalam meskipun bagian luar terlihat sudah padam.

Kondisi tersebut membuat petugas tidak hanya melakukan penyemprotan air dari permukaan, tetapi juga harus memastikan area yang berada di bawah tumpukan sampah mendapatkan pendinginan maksimal.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah lokasi sumber air yang cukup jauh dari area TPA. Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas harus mengambil pasokan dari saluran Cikunten 2.

Damkar mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, Tagana menurunkan satu armada pompa air, sementara BPBD Kabupaten Tasikmalaya mengoperasikan tiga unit kendaraan tangki air untuk membantu proses pemadaman.

“Medan di lokasi cukup berat karena api berada di bawah tumpukan sampah. Selain itu, sumber air juga menjadi kendala sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama,” kata Jembar.

TPA Cioray sendiri memiliki luas sekitar 10 hektare. Dari total kawasan tersebut, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektare. Namun, tidak seluruh sampah di wilayah tersebut terbakar.

Menurut Jembar, api lebih banyak mengenai bagian permukaan tumpukan sampah. Sementara bagian bawah masih menyimpan potensi bara yang sewaktu-waktu dapat kembali memunculkan asap apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.

“Yang terbakar tidak semuanya. Sebagian besar berada di permukaan. Tetapi bagian bawah tumpukan masih harus diwaspadai karena kemungkinan masih terdapat titik panas,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi udara di sekitar TPA Cioray mulai berangsur normal seiring berkurangnya intensitas asap. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga masih berjalan seperti biasa.

Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan terhadap dampak kebakaran, terutama terhadap kesehatan warga yang berada di sekitar kawasan TPA.

Jembar menyampaikan bahwa hingga Kamis siang belum ada laporan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran. Namun, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan apabila terjadi keluhan dari warga.

“Sejauh ini belum ada laporan warga yang terdampak kesehatan. Tetapi kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada apabila asap kembali meningkat,” ungkapnya.

Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran selama proses pendinginan berlangsung. Selain berpotensi mengganggu proses penanganan, asap dari pembakaran sampah dapat membawa risiko apabila terhirup dalam jumlah banyak dan berlangsung dalam waktu lama.

Hingga Kamis sore, tim gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Penyemprotan air dan pendinginan akan terus dilakukan sampai kondisi TPA Cioray dinyatakan aman.

Kebakaran di TPA Cioray menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi pengelolaan sampah utama di Kabupaten Tasikmalaya.

Pemerintah daerah bersama petugas lapangan terus berupaya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, termasuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan pengamanan kawasan TPA.

Dengan kondisi api yang mulai terkendali, petugas berharap proses penanganan dapat segera selesai dan aktivitas di sekitar TPA Cioray kembali berjalan normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini