Astana Gede Kawali, Saksi Bisu Kejayaan Kerajaan Sunda Galuh

Astana Gede Kawali
Astana Gede Kawali/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Di balik rimbunnya pepohonan di kaki Gunung Sawal, tersembunyi sebuah kisah yang bisu: Astana Gede Kawali.

Nama yang mungkin asing di telinga banyak orang, tapi menyimpan jejak gemilang Kerajaan Galuh.

Bayangkan: batu-batu kuno yang masih tegak, prasasti beraksara zaman dulu, dan mata air jernih yang konon sudah mengalir sejak era Prabu Wastu Kencana.

Diketahui bahwa Prabu Wastu Kencana (atau Rahyang Niskala Wastu Kencana) adalah salah satu raja penting dalam sejarah Kerajaan Sunda-Galuh yang berkuasa sekitar abad ke-14 Masehi (tepatnya 1371–1475).

Ini bukan sekadar situs arkeologi biasa, melainkan petualangan waktu ke masa ketika kerajaan Sunda masih berjaya.

Penasaran? Yuk, telusuri lorong sejarahnya!

Astana Gede Kawali, situs arkeologi yang terletak di Desa Kawali, Ciamis, Jawa Barat, ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang kerajaan yang pernah berjaya di Tanah Pasundan.

Mengenal Situs Astana Gede Kawali

Berdasarkan penelitian dalam jurnal “Pengembangan dan Potensi Situs Astana Gede Kawali” oleh Gina Mardiana, situs ini diperkirakan merupakan bagian dari Keraton Surawisesa, pusat pemerintahan Kerajaan Galuh.

Meski lokasi pasti keratonnya belum ditemukan, lokasi ini diyakini sebagai kompleks penting yang terkait dengan kerajaan tersebut.

Dengan luas sekitar 5 hektare (bahkan mungkin lebih besar), situs ini menyimpan berbagai peninggalan purbakala, seperti:
✔ Prasasti kuno
✔ Batu menhir
✔ Lingga yoni
✔ Makam-makam kuno
✔ Mata air Cikawali

Sejarah yang Terkubur di ‘Balik Batu’

Pada masa lalu, lokasi ini diduga menjadi tempat pemujaan dan pertapaan. Salah satu prasasti di sana menyebutkan bahwa lokasi ini pernah digunakan oleh Prabu Wastu (Rahyang Niskala Wastu Kencana) untuk bertapa.

Astana Gede Kawali
Mata Air Cikawali/Istimewa

Uniknya, prasasti-prasasti di situs ini juga memuat peringatan keras agar tidak merusak atau mengganggu kawasan tersebut.

Konon, pelanggaran terhadap larangan ini bisa mendatangkan bencana.

Dari Tempat Suci Hingga Destinasi Wisata

Kini, Astana Gede Kawali tak hanya menjadi objek penelitian arkeolog, tetapi juga destinasi wisata sejarah.

Pengunjung bisa menyusuri jejak Kerajaan Galuh sambil menikmati suasana alam yang asri.

Beberapa wisatawan bahkan datang khusus untuk meneliti artefak-artefak kuno yang masih tersimpan di sana.

Meski belum sepopuler situs lain seperti Karangkamulyan, tempat ini tetap menjadi harta karun sejarah Sunda yang tak ternilai.

13 Situs Cagar Budaya di Ciamis, Termasuk Astana Gede Kawali?

Berdasarkan data Disbudpora Ciamis, hingga akhir 2023, terdapat 1.218 objek diduga situs bersejarah di wilayah Kabupaten Ciamis.

Sekretsris Disbudpora Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar menyebutkan, dari jumlah tersebut, 13 situs telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya, termasuk:
1. Situs Karangkamulyan
2. Gunung Susuru
3. Samida
4. Ganoang
5. Geger Emas Panjalu
… dan lainnya.

Meski Astana Gede Kawali belum masuk daftar resmi, situs ini tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Ciamis.

Ega menegaskan bahwa upaya pendataan dan pelestarian terus dilakukan.

Ayo Jelajahi Warisan Sejarah Ciamis!

Bagi pecinta sejarah, Astana Gede Kawali adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Selain menyimpan misteri masa lalu, tempat ini juga menawarkan ketenangan dan keindahan alam yang memesona.

Jadi, kapan kamu berkunjung ke situs bersejarah yang penuh cerita ini? Jangan lupa jaga kelestariannya, ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini