BMI Desak Penindakan Hukum Penyebar Hoaks Seret AHY, Siap Lakukan Penelusuran Digital

JAKARTA, jabarupdate.id,— Penyebaran konten bermuatan hoaks dan fitnah di ruang digital kembali menjadi perhatian serius. Tuduhan terhadap tokoh nasional dinilai berpotensi mengganggu stabilitas politik dan memicu disinformasi publik.

Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI) mengecam keras konten yang diunggah kanal YouTube Dibikin Channel yang menuding Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, serta Rizieq Shihab terlibat dalam isu terkait ijazah Joko Widodo.

Ketua Harian DPN BMI Aditiya Utama menegaskan bahwa konten tersebut merupakan bentuk disinformasi yang tidak memiliki dasar faktual dan berpotensi merusak reputasi individu serta menciptakan kegaduhan politik.

“Tuduhan terhadap AHY ini kami sinyalir  sebagai upaya pembunuhan karakter yang serius, terlebih di tengah perannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto,” ujarnya. Sabtu (28/03/2026)

Menurut Aditiya, penyebaran narasi tersebut juga berpotensi mengganggu stabilitas nasional yang saat ini dinilai relatif kondusif.

“Kami mengambil tindakan tegas untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan bertanggung jawab,” ucapnya

Kata Aditiya BMI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang akan ditempuh Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat untuk menyeret pihak yang bertanggung jawab ke ranah hukum.

Selain jalur hukum formal, BMI juga menyatakan akan melakukan penelusuran digital guna mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam produksi, distribusi, hingga pendanaan konten tersebut.

Langkah ini, menurut BMI, penting untuk memastikan tidak ada aktor yang secara sengaja memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan fitnah dan memecah belah masyarakat.

BMI juga memberikan ultimatum kepada pengelola kanal agar segera menghentikan penyebaran konten, menghapus materi yang dinilai bermasalah, serta menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.

Di sisi lain, BMI mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi yang beredar, serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (Rizal NR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini