Capacity Building ETPD Jadi Langkah Strategis Bapenda Ciamis Tingkatkan Digitalisasi Daerah

Capacity Building Pengisian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I Tahun 2026.
Bapenda Kabupaten Ciamis mengikuti Capacity Building Pengisian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 16–17 Juli 2026 di Kabupaten Pangandaran/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : Bapenda Kabupaten Ciamis mengikuti Capacity Building Pengisian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 16–17 Juli 2026 di Kabupaten Pangandaran, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperkuat implementasi digitalisasi daerah melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Capacity Building ETPD diikuti oleh pemerintah daerah se-Priangan Timur sebagai forum untuk meningkatkan pemahaman, menyamakan persepsi, dan memperkuat kemampuan teknis dalam proses pengisian Indeks ETPD. Indeks tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah yang mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan transparan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ciamis, Fikriansyah, mengatakan bahwa keikutsertaan Bapenda Ciamis dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Capacity Building ETPD menjadi momentum penting bagi Bapenda Ciamis untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan akuntabel,” ujar Fikriansyah.

Menurutnya, penerapan ETPD tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan efisien. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan implementasi program tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme pengisian Indeks ETPD, strategi peningkatan nilai indeks, hingga praktik baik (best practice) penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di berbagai wilayah. Kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman antarpemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi digital yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Fikriansyah menambahkan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan implementasi ETPD di daerah.

“Keberhasilan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan. Melalui sinergi tersebut, kami optimistis transformasi digital di Kabupaten Ciamis dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Bapenda Kabupaten Ciamis akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaporan Indeks ETPD sebagai bagian dari komitmen mendukung percepatan digitalisasi daerah. Selain itu, hasil dari kegiatan Capacity Building ini akan menjadi bekal dalam mengembangkan berbagai inovasi pelayanan berbasis digital, khususnya di bidang pengelolaan pendapatan daerah.

“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Capacity Building ETPD dapat diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Ciamis. Dengan demikian, digitalisasi pelayanan dapat terus berkembang, meningkatkan kepuasan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” pungkas Fikriansyah.

Melalui keikutsertaan dalam Capacity Building ETPD, Bapenda Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengelolaan keuangan daerah, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini