Ciamis Kota Kecil Terbersih ASEAN: Rahasia Utama Bukan Mesin Mahal, Tapi Kekuatan Ini!

Ciamis Kota Kecil Terbersih ASEAN
Apel Aksi Nyata “Ciamis Lebih Bersih: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” di Stadion Galuh, Ciamis, Jumat (6/2/2026)/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Kabupaten Ciamis terus memperkuat predikat sebagai kota kecil terbersih di ASEAN yang diraih pada The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2025 kategori Clean Land for Small Cities.

Prestasi ini bukan hasil investasi infrastruktur mahal, melainkan kekuatan sumber daya manusia melalui gotong royong, pemilahan sampah dari rumah, dan kebijakan pengurangan sampah plastik.

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, menegaskan hal tersebut saat memimpin Apel Aksi Nyata “Ciamis Lebih Bersih: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” di Stadion Galuh, Jumat (6/2/2026).

Acara ini digelar serentak di seluruh kecamatan melalui sambungan virtual, melibatkan Forkopimda, Kementerian Agama, OPD, polisi, dan masyarakat luas.

“Di tengah keterbatasan fiskal untuk membangun sistem pengolahan berbasis mesin yang mahal, kekuatan utama Ciamis terletak pada sumber daya manusianya. Rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat Ciamis sangat luar biasa. Ini modal dasar untuk merawat dan memajukan Ciamis,” ujar Herdiat.

Dorongan Media dan Kebijakan Kepemimpinan Bupati

Sebelumnya, Kabid Kebersihan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis, Irwan Effendi, menambahkan bahwa berkat dorongan semua pihak-termasuk media-isu kebersihan terus bergerak dan dipublikasikan secara luas.

Ia mengungkapkan, pada masa kepemimpinan Bupati Herdiat, kebijakan yang ada secara aktif mendorong peningkatan kebersihan dan penanganan persampahan.

Pengelolaan sampah di Ciamis difokuskan pada pemilahan dari rumah tangga serta pengurangan penggunaan sampah plastik.

Menurutnya, sejumlah minimarket juga telah menghentikan penyediaan kantong plastik, meski penerapan dilakukan secara bertahap.

Konsumen diimbau membawa tas belanja sendiri jika tidak ingin menggunakan kantong yang tersedia, dan kebijakan ini mulai diterapkan secara lebih luas di kabupaten.

“Kami mengajak para pelanggan layanan persampahan karena di situlah kekuatan Ciamis berada. Anggaran memang masih terbatas, sementara partisipasi masyarakat juga menjadi tantangan. Karena itu, kami berupaya memberdayakan masyarakat melalui pemilahan sampah dari rumah serta pembentukan bank sampah di desa-desa,” kata Irwan Effendi.

Respons terhadap Darurat Sampah Nasional

Bupati Ciamis menyampaikan bahwa Indonesia sedang menghadapi status darurat sampah nasional, dengan klasifikasi ketat dari pemerintah pusat: daerah bersih, kotor, dan sangat kotor.

Kelalaian pengelolaan lingkungan berisiko sanksi hukum pidana bagi pejabat.

Herdiat menekankan, Kabupaten Ciamis tentu tidak ingin masuk dalam kategori daerah bermasalah dan berhadapan dengan hukum hanya karena pengelolaan lingkungan yang kurang baik. Hal tersebut merujuk hasil Rapat Koordinasi Nasional di Sentul bersama Presiden RI.

Meski Ciamis memegang nilai tertinggi nasional dari 514 kabupaten/kota dan meraih Adipura Kencana, sidak mendadak Menteri Lingkungan Hidup pada 1 Februari 2026 menemukan praktik pembakaran sampah serta pembuangan organik ke sungai di beberapa pasar dan permukiman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini