Dari Sekolah untuk Lingkungan, Mojang Jajaka Tasikmalaya Kampanyekan Budaya Kelola Sampah

Tasikmalaya, Jabarupdate : Persoalan sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius di Kabupaten Tasikmalaya. Meningkatnya aktivitas masyarakat, penggunaan plastik sekali pakai, serta rendahnya kesadaran dalam memilah sampah menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut.

Melihat persoalan itu, Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya memilih langkah edukatif dengan menanamkan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda. Melalui pendekatan berbasis sekolah, mereka mengajak para pelajar memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Nature Nurture Oriented yang digagas Mojang Pinilih Kabupaten Tasikmalaya 2026, Suci Princessa Nagari, bersama Jajaka Pinilih Kabupaten Tasikmalaya 2026, Iqbal Nurhidayat. Kegiatan perdana digelar di SMPN 1 Cigalontang dengan mengusung tema pengelolaan sampah berkelanjutan, Sabtu (1/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Ke depan, program tersebut juga akan dikembangkan di kawasan wisata Gunung Galunggung sebagai bentuk kampanye pelestarian lingkungan yang lebih luas.

Iqbal Nurhidayat mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, perubahan hanya akan terwujud jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan.

“Kesadaran terhadap lingkungan harus dibangun mulai dari generasi muda. Persoalan sampah bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga menyangkut bagaimana kita membangun budaya hidup yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan yang dibangun sejak sekolah akan menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurut Iqbal, penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas lingkungan, hingga organisasi kepemudaan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya menerima materi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan. Mereka juga diajak memahami cara sederhana mengolah limbah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan botol plastik bekas menjadi berbagai produk kreatif. Dengan cara itu, para pelajar diharapkan mampu melihat sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

Iqbal menjelaskan bahwa perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan kecil. Memilah sampah organik dan anorganik di rumah maupun di sekolah merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Sementara itu, Suci Princessa Nagari menjelaskan bahwa sampah rumah tangga memiliki potensi besar apabila dikelola dengan kreativitas.

“Banyak sampah yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Botol plastik dapat diolah menjadi berbagai kreasi seperti tempat penyimpanan, hiasan, pot tanaman, hingga ecobrick yang dapat digunakan untuk membuat berbagai fasilitas sederhana,” jelasnya.

Menurut Suci, konsep daur ulang bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat.

“Ketika sampah dikelola dengan baik, manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, hasil pengolahan sampah juga dapat menjadi produk bernilai ekonomi,” tambahnya.

Kepala SMPN 1 Cigalontang, Surya Kania, M.Pd, menyambut baik kegiatan edukasi yang digelar Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya. Ia menilai program tersebut sejalan dengan komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Menurutnya, SMPN 1 Cigalontang saat ini juga tengah mengembangkan pemanfaatan ecobrick sebagai salah satu inovasi untuk mengurangi sampah plastik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya. Edukasi seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Surya berharap para siswa dapat menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat.

Ia juga memberikan dukungan kepada Iqbal Nurhidayat dan Suci Princessa Nagari yang akan mewakili Kabupaten Tasikmalaya dalam ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.

Menurutnya, keberhasilan Mojang Jajaka tidak hanya diukur dari prestasi di atas panggung, tetapi juga dari kontribusi nyata yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui gerakan edukasi ini, Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjawab persoalan lingkungan. Berawal dari sekolah, kampanye budaya mengelola sampah diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Editor : (JU/Rizal Nurramdhani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini