SUKABUMI, Jabarupdate: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turun langsung membersihkan sampah yang menumpuk di aliran sungai Cipalabuan, Sukabumi pasca banjir.
Diketahui, Dedi Mulyadi juga mengajak Bupati Sukabumi dan Forkopimda untuk membersihkan sampah bersama, Sabtu (08/03/2025)
“Ini bukan mantau, ini bantu Pak Kapolres, bantu Dandim, bantu Pak Bupati, ringanin beban yang ada di sini. Beban bencana itu beban semua,” ungkap Dedi.
Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan permasalahan, diantaranya pendangkalan sungai, jembatan yang dibangun secara lurus akan diubah menjadi melengkung agar aliran air lebih lancar, kesadaran masyarakat, serta kerusakan hutan akibat penebangan liar.
“Ini gila semua. Banyak sampah dari rumah tangga seperti kasur, bantal, guling, seprai, bahkan pakaian dalam,” cetusnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Gubernur mengusulkan revolusi dalam penataan pemukiman di sekitar sungai.
Ia berencana merelokasi rumah-rumah yang berada di bantaran sungai atau mengubah desainnya menjadi rumah panggung sebagaimana yang telah diterapkan di Karawang dan Kabupaten Bogor.
“Saya akan bongkar semua rumah yang ada di jalur sungai dan geser ke tempat yang lebih aman. Jika tetap ingin tinggal di dekat sungai, maka rumahnya harus berdesain panggung. Jika tidak, saya tidak akan memberikan bantuan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah akan melakukan relokasi terhadap wilayah sempadan sungai dan menertibkannya bersama PSDA dan BBWS.
“Langkah ini diharapkan dapat mencegah bencana serupa terjadi setiap tahunnya,” ujarnya.
Menanggapi jalur longsoran di Simpenan, Ia meminta seluruh pihak untuk menghentikan aktivitas penebangan pohon, penambangan, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
“Kita nggak bisa beresin ini kalau hulunya nggak beres. Hulunya dulu, otaknya jangan cuma mikirin duit terus,” timpalnya.
Sementara itu, Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat dalam menangani dampak banjir.
“Langkah nyata Gubernur ini luar biasa. Sodetan-sodetan yang muncul di saluran air itu menyebabkan banjir, sehingga harus segera ditangani,” ujarnya.




