CIAMIS, Jabarupdate: Harga kacang kedelai impor di Pasar Manis Ciamis, mulai menunjukkan tren kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan pengusaha olahan kedelai lokal.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (18/4/2026), kenaikan harga ini diduga kuat terjadi akibat terhambatnya rantai pasokan global.
Ketegangan geopolitik internasional yang belum menentu disinyalir menjadi faktor utama terlambatnya komoditas ini masuk ke Indonesia.
Update Harga Kedelai di Pasar Manis Ciamis
Salah seorang pedagang di Pasar Manis Ciamis, Iing, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah dirasakan sejak lima hari yang lalu. Meski kenaikannya belum terlalu drastis, hal ini tetap berdampak pada daya beli masyarakat.
“Sudah hampir lima hari ini kacang kedelai yang saya jual harganya mulai naik. Sebelumnya berada di kisaran Rp11.000 per kilogram, sekarang sudah di angka Rp12.000 per kilogram,” ujar Iing.
Iing menambahkan, walaupun kenaikan hanya sebesar Rp1.000, para pedagang tetap merasa terbebani.
“Mau naik sedikit atau besar, tetap berpengaruh. Pembeli pasti bertanya-tanya dan kami harus menjelaskan alasannya terus-menerus,” imbuhnya.
Harga Beras Ketan Lokal Ikut Melejit
Selain kedelai impor, kenaikan harga juga merembet pada komoditas beras ketan hasil petani lokal Jawa Barat. Pergerakan harga beras ketan justru lebih tinggi dibandingkan kedelai.
– Harga Semula: Rp14.000 per kilogram
– Harga Sekarang: Rp16.000 per kilogram
Lebih lanjut, Iing menyebutkan kenaikan harga beras ketan ini disebabkan oleh faktor produksi di tingkat petani yang mengalami penurunan.
“Alasan beras ketan naik karena hasil panen petani berkurang dari biasanya, padahal harga gabahnya sendiri sebenarnya masih tetap stabil,” jelasnya.
Dampak Kondisi Global Terhadap Stok Pangan
Kenaikan harga kedelai impor ini tidak lepas dari kondisi global. Pasokan yang terlambat datang ke Indonesia disinyalir akibat gangguan logistik di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
Hal ini menjadi tantangan bagi para pedagang di daerah seperti Ciamis yang sangat bergantung pada stok impor untuk kebutuhan bahan baku tempe dan tahu.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera melakukan langkah antisipasi agar harga pangan, terutama kedelai dan beras ketan, tidak terus melonjak yang dapat memberatkan masyarakat kecil.




