Kepala Disbudpora Ciamis Tekankan Sportivitas di Kejuaraan Pencak Silat BK Porprov 2025

Kepala Disbudpora Ciamis
Kejuaraan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2025 Cabang Olahraga Pencak Silat/Dok. Dosbudpora Ciamis

Ciamis, Jabarupdate: Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Dadang Darmawan, M.Si., secara resmi membuka Kejuaraan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2025 untuk cabang pencak silat.

Acara ini berlangsung selama dua hari, 19–20 Mei 2025, di Gedung Kesenian Ciamis, melibatkan 68 atlet dari 17 perguruan di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ciamis.

Dalam sambutannya, Kepala Disbudpora Ciamis, Dadang Darmawan, menegaskan pentingnya menjaga sportivitas, kejujuran, dan semangat persaudaraan selama kejuaraan berlangsung.

“Pencak silat bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana melestarikan warisan budaya Indonesia yang telah mengakar kuat. Saya mengapresiasi para atlet dan pelatih yang terus menjaga semangat pencak silat sebagai identitas bangsa,” ujarnya.

Dukungan untuk Atlet Pencak Silat

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Disbudpora Ciamis, disertai penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada para atlet.

Langkah ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk memastikan kesejahteraan dan perlindungan bagi atlet pencak silat.

“Kesejahteraan atlet adalah prioritas kami. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin memastikan mereka mendapat perlindungan yang layak,” tambah Dadang.

Kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menyeleksi atlet berbakat yang akan mewakili Ciamis di Porprov Jawa Barat 2026.

Kepala Disbudpora Ciamis juga berpesan agar para peserta menunjukkan performa terbaik sambil menjunjung nilai-nilai budaya dan sportivitas.

Target Prestasi dan Pelestarian Budaya

Ketua IPSI Kabupaten Ciamis, H. Ramli, menyampaikan bahwa kejuaraan ini merupakan bagian dari pembinaan atlet untuk meraih prestasi di tingkat provinsi hingga internasional.

“Kami ingin mengulang sejarah kejayaan pencak silat Ciamis yang mendunia. Target kami di Porprov 2026 adalah meraih dua medali untuk mendongkrak peringkat Ciamis ke posisi delapan, bahkan lima besar,” ungkap Ramli.

Menurut Ramli, pencapaian ini membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Ia juga menyebutkan bahwa Ciamis, yang saat ini berada di peringkat sembilan berdasarkan hasil Porprov sebelumnya, berambisi meningkatkan posisi melalui cabang olahraga unggulan seperti pencak silat.

Pencak Silat sebagai Warisan Budaya

Kepala Disbudpora Ciamis, Dadang Darmawan, menekankan bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga warisan luhur yang harus dilestarikan.

“Kegiatan ini adalah wujud komitmen kami untuk mengembangkan seni bela diri tradisional sekaligus membina generasi muda berprestasi,” katanya.

Ia berharap pencak silat dapat terus menjadi kebanggaan Ciamis dan Indonesia.
Kejuaraan ini juga menjadi ajang menggali potensi atlet muda dari berbagai kecamatan di Ciamis.

Para peserta yang lolos seleksi akan dipersiapkan untuk bertanding di Porprov Jawa Barat 2026, dengan harapan membawa nama baik daerah di kancah provinsi dan nasional.

Komitmen Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalui Disbudpora, terus mendorong pengembangan pencak silat sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pembinaan olahraga.

Kepala Disbudpora Ciamis menegaskan bahwa keberhasilan atlet tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah, pelatih, dan komunitas pencak silat.

“Kami ingin Ciamis tidak hanya dikenal sebagai daerah berprestasi, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya bangsa,” pungkas Dadang.

Dengan semangat pelestarian budaya dan pembinaan atlet muda, kejuaraan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju prestasi gemilang di Porprov Jawa Barat 2026.

Kepala Disbudpora Ciamis optimistis bahwa pencak silat akan terus berkembang dan mengukir prestasi untuk kebanggaan daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini