KOPRI PMII Jabar: Perempuan Nahdliyin Jadi Pilar Utama Peradaban di Satu Abad NU

Perempuan Nahdliyin
Sekretaris KOPRI PKC PMII Jawa Barat, Desi Novalina/Dok. Pribadi

Bandung, Jabarupdate: Di tengah peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi momentum refleksi sejarah dan proyeksi masa depan, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat menegaskan peran strategis perempuan Nahdliyin sebagai pilar utama keberlanjutan peradaban bangsa.

Sekretaris KOPRI PKC PMII Jawa Barat, Desi Novalina, menyatakan bahwa usia satu abad NU bukan sekadar angka penanda waktu, melainkan bukti ketangguhan organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam menjaga moderasi beragama, persatuan nasional, serta keadilan sosial.

Ia menegaskan, perempuan Nahdliyin harus menjadi motor perubahan yang progresif, kritis, dan berdaya.

“Kami berkomitmen melahirkan kader perempuan yang intelektual, berintegritas tinggi, serta berorientasi pada transformasi sosial yang berkeadilan,” ujar Desi Novalina dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, momentum Harlah Satu Abad NU ini sekaligus menjadi panggilan bagi perempuan Nahdliyin untuk semakin aktif merespons berbagai tantangan kontemporer.

Isu ketimpangan sosial, krisis lingkungan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta disrupsi nilai akibat kemajuan teknologi, harus dijawab dengan kecerdasan, keberanian, dan keberpihakan pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah).

KOPRI PKC PMII Jawa Barat memandang perempuan Nahdliyin tidak hanya sebagai penjaga nilai keislaman dan kebangsaan, tetapi juga sebagai agen utama dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di berbagai sektor kehidupan.

Dengan keberanian dan integritas, kader perempuan diharapkan mampu menguatkan peran intelektual sekaligus kepemimpinan yang peka terhadap realitas sosial.

“Perempuan Nahdliyin perlu tampil sebagai simbol kaderisasi yang progresif dan berdaya. Kami harus terlibat aktif dalam perjuangan keadilan, berpijak pada nilai-nilai luhur NU, serta menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tambah Desi.

Pernyataan ini sejalan dengan semangat peringatan satu abad NU yang baru saja mencapai puncaknya pada 31 Januari 2026, bertepatan dengan 100 tahun kalender Masehi sejak pendirian NU pada 31 Januari 1926.

Peringatan tersebut menekankan rekonsiliasi, persatuan, dan peran seluruh elemen nahdliyin-termasuk perempuan-dalam menghadapi abad kedua organisasi.

KOPRI PKC PMII Jawa Barat menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengkader perempuan Nahdliyin yang siap menghadapi dinamika zaman.

Dengan pendekatan berbasis nilai Aswaja, kader perempuan diharapkan tidak hanya bertahan, melainkan menjadi penggerak utama perubahan positif bagi bangsa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini