Limbah Puyuh Jadi Pakan: Inovasi Maggot Ciamis Dipuji Disnakkan

Limbah Puyuh Jadi Pakan
Kepala Disnakkan Ciamis, Dr. Giyatno, meninjau peternakan puyuh Hj. Saenah yang sukses sulap limbah puyuh jadi pakan maggot /Tangkapan Layar

Ciamis, Jabarupdate: Limbah puyuh jadi pakan berkualitas tinggi berkat inovasi kreatif dari Ibu Hj. Saenah, peternak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Dengan mengolah kotoran ayam puyuh menjadi media budidaya maggot, Hj. Saenah berhasil menciptakan solusi ramah lingkungan yang mendukung keberlanjutan.

Inovasi ini mendapat pujian dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Ciamis karena mampu mengurangi limbah sekaligus menekan biaya pakan ikan lele hingga 50%.

Inovasi Limbah Puyuh Jadi Pakan

Kotoran ayam puyuh, yang biasanya menjadi masalah karena bau dan menarik lalat, kini diubah menjadi media ideal untuk budidaya maggot (Black Soldier Fly).

Maggot memakan limbah organik ini dengan cepat, menghasilkan biomassa kaya protein yang digunakan sebagai pakan alami ikan lele.

“Limbah puyuh jadi pakan yang murah dan berkualitas. Ini membantu saya hemat biaya dan lingkungan lebih bersih,” ujar Hj. Saenah.

Selain pakan, proses ini menghasilkan kasgot (kotoran maggot) yang berfungsi sebagai pupuk organik.

Dengan pendekatan ini, peternakan puyuh tidak lagi menyumbang polusi, melainkan menjadi pusat produksi sumber daya baru.

Dukungan Disnakkan Ciamis

Kepala Disnakkan Ciamis, Dr. Giyatno, memuji inovasi ini sebagai langkah cerdas menuju zero waste.

“Budidaya puyuh dengan maggot di bawah kandang membuat lingkungan bebas bau dan lalat. Produksi telur puyuh juga naik hingga 98%!” katanya, Kamis (5/6/2025).

Disnakkan aktif memberikan pelatihan kepada peternak untuk mengadopsi metode ini, dengan harapan lebih banyak peternakan di Ciamis menerapkan solusi serupa.

Giyatno menambahkan, maggot tidak hanya memakan kotoran puyuh, tetapi juga limbah organik lain seperti sisa makanan atau kotoran ternak lainnya.

“Ini solusi berkelanjutan yang mendukung ekonomi sirkular,” ungkapnya.

Manfaat Lingkungan dan Ekonomi

Inovasi limbah puyuh jadi pakan ini membawa dampak besar.

Pertama, mengurangi limbah organik yang mencemari lingkungan.

Kedua, menekan ketergantungan pada pakan komersial yang mahal. Ketiga, meningkatkan produktivitas peternakan puyuh dan ikan lele.

Peternak lain di Ciamis kini mulai melirik metode ini, terinspirasi oleh keberhasilan Hj. Saenah.

Disnakkan Ciamis berkomitmen mendukung peternak melalui pendampingan dan sosialisasi. “Kami ingin Ciamis menjadi contoh peternakan modern yang ramah lingkungan,” tutur Giyatno.

Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong praktik zero waste di sektor peternakan.

Langkah Menuju Zero Waste

Kisah Hj. Saenah dan inovasi maggot di Ciamis menjadi bukti bahwa limbah bukan akhir, melainkan awal dari peluang baru.

Dengan kreativitas, limbah puyuh jadi pakan yang mendukung ketahanan pangan dan lingkungan.

Langkah kecil ini menginspirasi kita semua untuk memanfaatkan sumber daya secara bijak demi bumi yang lebih hijau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini