
Ciamis, Jabarupdate: Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) dari Program Studi Ilmu Pemerintahan bantu digitalisasi di sektor pariwisata Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.
Melalui praktik lapangan mata kuliah Teknologi Informasi Pemerintahan, enam mahasiswa ini fokus pada digitalisasi wisata, khususnya di destinasi unggulan desa, Kolam Berenang JF.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi digital seperti media sosial dan QR code untuk mempromosikan potensi wisata lokal.
Mahasiswa Unigal Bantu Digitalisasi dengan Pelatihan Media Sosial
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, mahasiswa Unigal memberikan pelatihan langsung kepada pengelola wisata dan warga setempat.
Mereka mengenalkan strategi promosi berbasis teknologi, seperti pengelolaan akun media sosial secara konsisten dan penggunaan QR code untuk sistem informasi wisata.
Dimas Aryaputra, salah satu mahasiswa peserta, menjelaskan bahwa banyak warga hanya mengenal platform seperti Instagram dan WhatsApp, tetapi kurang memahami cara memanfaatkannya secara strategis.
Ia ingin warga Padamulya bisa memaksimalkan teknologi untuk menarik lebih banyak wisatawan.
“Dengan pelatihan ini, kami berikan contoh nyata cara membuat konten promosi yang menarik,” ujar Dimas.
Salah satu warga, pemilik warung di sekitar Kolam Berenang JF, mengaku sudah merasakan manfaat dari unggahan sederhana di Instagram.
Ia optimistis bahwa pendekatan profesional akan semakin meningkatkan jumlah pengunjung.
Tantangan Digitalisasi di Desa Padamulya
Meski antusiasme warga tinggi, mahasiswa Unigal menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan perangkat digital seperti laptop atau ponsel pintar serta akses internet yang lemah menjadi hambatan utama.
Reihan Malik Nugraha, salah satu peserta, menyoroti perlunya dukungan infrastruktur dari pemerintah untuk memastikan keberlanjutan digitalisasi.
“Kami melihat antusiasme warga sangat besar, tapi tanpa perangkat memadai dan sinyal internet yang stabil, transformasi digital sulit tercapai sepenuhnya,” ungkap Reihan.
Kolaborasi untuk Wisata Berbasis Teknologi
Pemerintah Desa Padamulya menyambut baik inisiatif mahasiswa Unigal. Perangkat desa setempat berencana mengadopsi teknologi seperti QR code dan peta digital dalam rencana pengembangan wisata ke depan.
Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah awal menuju transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan keindahan alam seperti kolam renang alami, perbukitan hijau, dan lingkungan yang asri, Desa Padamulya memiliki potensi besar menjadi destinasi ekowisata berbasis teknologi.
Namun, keberhasilan ini bergantung pada keterlibatan generasi muda desa dan dukungan dari pemerintah daerah.
Harapan dari Mahasiswa Unigal
Viqy Gani Marshal, salah satu mahasiswa peserta, berharap kegiatan ini menjadi pemicu perubahan besar bagi pariwisata Padamulya.
“Kami berharap langkah kecil ini bisa menginspirasi warga untuk terus memanfaatkan teknologi demi kemajuan wisata desa,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unigal tidak hanya menerapkan ilmu akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memajukan sektor pariwisata lokal.
Inisiatif Mahasiswa Unigal Bantu Digitalisasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda dapat menjadi motor penggerak transformasi digital di pedesaan.



