Kota Tasikmalaya, Jabarupdate: Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya menemukan titik terang.
DPRD Kota Tasikmalaya memutuskan pendekatan penertiban bertahap tanpa menghentikan operasional secara total, dengan fokus utama pada penataan administrasi agar seluruh lapangan memenuhi persyaratan hukum.
Keputusan ini diambil setelah pembahasan intensif antara DPRD, pengelola lapangan, dan pihak terkait.
Pendekatan ini bertujuan menyeimbangkan kepatuhan regulasi dengan keberlangsungan usaha serta dampak ekonomi positif dari booming olahraga padel di wilayah tersebut.
Data terkini menunjukkan terdapat sekitar 20 lokasi lapangan padel di Kota Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, hanya empat lokasi yang telah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) secara lengkap.
Empat lokasi lain sudah mengantongi PBG dan sedang menunggu penerbitan SLF. Sementara itu, 12 lokasi masih dalam proses pengurusan administrasi, dengan delapan di antaranya telah beroperasi.
Sebelumnya, kondisi ini memicu perhatian tajam karena sebagian besar lapangan beroperasi meski izin belum final.
DPRD menegaskan pentingnya kepatuhan aturan untuk menjamin keselamatan bangunan, kepastian hukum, serta mencegah potensi risiko jangka panjang seperti sengketa lahan atau keluhan lingkungan.
Namun, DPRD tidak mengambil langkah ekstrem berupa penutupan massal. Pertimbangan dampak terhadap pekerja, pelaku usaha, dan pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama.
Sebagai gantinya, diterapkan penertiban bertahap disertai pengawasan ketat.
Pengelola diminta menunjukkan komitmen nyata untuk menyelesaikan seluruh persyaratan administratif secepat mungkin.
Di sisi lain, proses perizinan diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi yang tidak perlu.
Kesepahaman ini menandai transisi dari fase polemik ke fase pembenahan. Kota Tasikmalaya berupaya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan dukungan terhadap dinamika usaha baru yang sedang berkembang pesat.
Penataan administrasi menjadi kata kunci utama dalam penyelesaian isu ini. Lapangan padel tetap dapat digunakan untuk aktivitas olahraga dan rekreasi, sementara aturan terus ditegakkan secara bertahap.
Langkah tengah ini diharapkan membawa stabilitas jangka panjang bagi industri padel di Tasikmalaya.
Pihak berwenang terus memantau proses pengurusan izin agar tidak ada pelanggaran berulang.

