Ciamis, Lokacita; Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis berikan mengapresiasi atlet sepatu roda yang berhasil merebut Kejuaraan Nasional.
Erwan Darmawan Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) bersama Sigit Ginanjar selaku Kabid Olahraga menyampaikan apresiasinya pada, Senin (04/3).
“Kami bangga atas prestasi yang diraih dalam Kejurnas Sepatu Roda yang dilaksanakan di Semarang,” ungkapnya.
Dia sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh atlet sepatu roda yang merebut 14 medali sekaligus.
Erwan mengucapkan terima kasih kepada para atlet, pelatih dan official yang telah berusaha dengan keras membanggakan nama Ciamis.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para atlet, pelatih dan official yang telah membanggakkan nama Ciamis di tingkat nasional dalam bidang sepatu roda,” ucap Kepala Disbudpora..
Kepala Disbudpora itu berharap, agar atlet yang telah meraih prestasi ini tidak cepat puas dan tetap semangat berlatih.
“Saya harap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan meraih kejuaraan pada event internasional,” tambahnya.
Ia juga berharap, supaya prestasi yang diraih ini menjadi motivasi untuk atlet sepatu roda yang lain atau untuk cabang olahraga yang lain.
Dalam waktu yang sama, Shanny Ramadhani selaku pelatih atlet sepatu roda berprestasi itu mengaku bangga dan puas atas pencapaian bersama timnya.
Meski demikian, pelatih yang tergabung dalam Unity Inline Skate Club (UISC) Ciamis itu mengungkapkan masih terdapat hal yang harus dievaluasi kedepannya.
“Yang terpenting dalam setiap pertandingan adalah meningkatkan jam terbang anak anak, sehingga dapat membentuk mentalnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan mengikuti pertandingan anak-anak akan mampu belajar dengan melihat skill atlet lain yang tengah bertanding.
“Ketika mereka diberi kesempatan bertanding, maka secara otomatis mereka akan terbiasa bertanding dengan atlet lainnya,” tambahnya.
Dalam pandangan yang berbeda, Shanny menyampaikan keluhan karena tidak adanya tempat latihan yang representatif sesuai regulasi.
Menurutnya, anak didikannya sampai sejauh ini kerap melakukan latihan di tempat umum atau lintasan kasar.
“Disini kita latihan di lintasan yang kasar, sementara lintasan saat event itu halus dan tikungannya sedikit miring,” ungkapnya.
Dia meyakini jika anak asuhnya berlatih di lintasan halus akan semakin berkembang dan berprestasi.
Sementara itu, Shanny mengakui bahwa anak didiknya masih terdapat kekurangan, diantaranya dalam segi skill, fisik dan juga mentalnya.
“masalah itu sedikit kita obati dengan terus berlatih dan melibatkan anak-anak di kejuaraan. Sehingga jam terbang dan mentalnya dapat meningkat,” pungkasnya.




