Ribuan Warga Ciamis Khusyuk Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang

Salat Istisqa
Keterangan Foto : Bupati Ciamis dan Ribuan Warga Ciamis melaksanakan Salat Istisqa memohon hujan di Alun Alun Ciamis/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : Ribuan warga Kabupaten Ciamis mengikuti Salat Istisqa di Alun-Alun Ciamis, Kamis (8/10/2026). Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.

Sekitar 5.000 jamaah memadati kawasan Alun-Alun Ciamis. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi kepemudaan, instansi vertikal, BUMN, BUMD, pelajar, santri hingga masyarakat umum.

Sejak pagi, jamaah berdatangan dan memenuhi area pelaksanaan Salat Istisqa. Suasana berlangsung khidmat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Salat Istisqa tingkat Kabupaten Ciamis dipimpin oleh Ketua MUI Kecamatan Ciamis, KH. Bukhari Muslim sebagai imam. Sementara Ketua MUI Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Saiful, bertindak sebagai khatib.

Tidak hanya di tingkat kabupaten, Salat Istisqa juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah kecamatan, kelurahan dan desa di Kabupaten Ciamis.

Pelaksanaan tersebut menjadi bentuk ikhtiar bersama masyarakat untuk menghadapi dampak kemarau. Selain berdoa, masyarakat juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga sumber daya air.

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengatakan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar manusia dalam menghadapi kondisi kemarau.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak membuat manusia terlepas dari keterbatasan. Karena itu, doa dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT tetap penting dilakukan.

“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama dalam menghadapi kemarau. Hujan adalah bagian dari rahmat Allah SWT,” ujarnya.

Bupati Herdiat mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan meningkatkan ibadah. Ia juga mendorong warga memperbanyak sedekah serta membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Namun, ikhtiar menghadapi kemarau tidak cukup hanya dengan berdoa. Menurut Herdiat, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan sumber air.

“Kita harus menjaga sumber mata air, menanam pohon, menjaga lingkungan, tidak merusak hutan dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Ia menilai kelestarian sumber air menjadi hal penting, terutama ketika masyarakat menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

Herdiat juga meminta seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk bekerja bersama dalam mengantisipasi dampak kekeringan.

“Kita lakukan upaya nyata untuk menjaga ketersediaan sumber daya air. Kepada seluruh jajaran pemerintahan, mari kita bergandeng tangan bersama-sama menghadapi persoalan ini,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis, lanjut Bupati Herdiat, akan terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kemarau. Perhatian diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat serta kebutuhan air untuk sektor pertanian.

Kondisi kemarau juga menjadi perhatian bagi para petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk menjalankan aktivitas pertanian.

Karena itu, Bupati Herdiat berharap masyarakat dapat menjadikan kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat turut mendoakan warga yang terdampak kekeringan. Ia secara khusus menyampaikan harapan agar para petani dan masyarakat yang bergantung pada sumber air diberi kekuatan dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Semoga saudara-saudara kita, khususnya para petani dan masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan air, diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi kondisi ini,” imbuhnya.

Melalui Salat Istisqa di Ciamis tersebut, masyarakat berharap hujan segera turun. Hujan diharapkan membawa keberkahan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat, pertanian dan lingkungan.

Di sisi lain, momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga sumber daya air merupakan tanggung jawab bersama. Doa dan ikhtiar nyata diharapkan berjalan beriringan agar masyarakat Ciamis lebih siap menghadapi kondisi kemarau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini