Sehari Jelang Puasa, Harga Bawang Merah di Ciamis Naik Jadi Rp44 Ribu per Kilogram

CIAMIS, jabarupdate.id,- Harga bawang merah di lapak kawasan Jalan Mr Iwa Kusumasoemantri, Kabupaten Ciamis, mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadan 1447 Hijriah yang mulai Kamis (19/2/2026).

Kenaikan terjadi sehari sebelum umat Muslim menjalankan ibadah puasa pertama.

Pantauan di lapangan pada Rabu (18/2/2026), harga bawang merah di tingkat eceran mencapai Rp44.000 per kilogram.

Padahal, beberapa hari sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang, Atin, mengatakan kenaikan harga sudah lebih dulu terjadi di tingkat distributor atau bandar besar.

“Saya jual sekarang Rp44.000 per kilo. Harga dari bandar sudah naik duluan,” ujar Atin.

Menurutnya, lonjakan harga tidak lepas dari meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan. Kondisi tersebut membuat pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.

“Kalau dari bandar naik dan pembeli juga ramai, saya terpaksa menyesuaikan. Tidak mungkin jual di bawah harga modal,” katanya.

Atin menegaskan, kenaikan harga bukan untuk mengambil keuntungan berlebih di momentum tingginya permintaan. Ia mengaku justru berada dalam posisi serba sulit menghadapi fluktuasi harga yang cepat.

“Saya juga bingung harus bagaimana dengan kondisi seperti ini,” tambahnya.

Di sisi lain, kenaikan harga bawang merah mulai dirasakan warga. Sejumlah ibu rumah tangga mengaku harus memutar strategi belanja agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi.

Ina, warga Kelurahan cigembor mengungkapkan kenaikan harga bawang merah terjadi bersamaan dengan naiknya harga daging ayam broiler. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin berat.

“Menjelang sahur pertama harga sudah mahal. Kami sebagai ibu rumah tangga harus memutar uang belanja, sementara penghasilan suami juga pas-pasan,” keluhnya.

Kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan memang hampir terjadi setiap tahun.

Namun, lonjakan yang terjadi berdekatan pada beberapa komoditas sekaligus dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya keluarga dengan pendapatan terbatas.

Masyarakat berharap ada langkah pengendalian harga dan stabilisasi pasokan dari pihak terkait agar kebutuhan pokok tetap terjangkau selama bulan Ramadan.(NS/adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini