Selebrasi ‘Tiris’ Berbuah Sanksi, Persib Kehilangan Beckham Tiga Laga

Selebrasi 'Tiris'
Selebrasi 'Tiris' Beckham Putra Saat Laga Persib vs Persija/Instagram

Bandung, Jabarupdate: Gestur selebrasi ‘tiris’ yang dilakukan Beckham Putra dalam laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada 16 Februari 2024 lalu, kini berujung sanksi berat.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan dan denda Rp75 juta kepada pemain muda andalan Maung Bandung tersebut.

Keputusan yang keluar sehari sebelum laga melawan Madura United ini menuai kritik keras dari pelatih Persib, Bojan Hodak, yang menyebut tindakan Komdis PSSI sebagai sesuatu yang tidak profesional dan merugikan tim.

Persib Bandung pun harus menelan pil pahit saat menjamu Madura United dalam lanjutan Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (22/2/2025).

Pertandingan yang berakhir dengan skor 0-0 itu tak hanya mengecewakan dari sisi hasil, tetapi juga diwarnai absennya gelandang andalan, Beckham Putra, akibat sanksi mendadak dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Beckham dijatuhi larangan bermain dalam tiga pertandingan serta denda Rp75 juta karena dianggap melakukan selebrasi provokatif ‘tiris’ pada laga melawan Persija Jakarta, 16 Februari lalu.

Keputusan ini langsung mendapat kritik keras dari berbagai pihak, termasuk pelatih Persib, Bojan Hodak.

Hodak: Keputusan Tidak Profesional

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Bojan Hodak menyampaikan kekecewaannya atas keputusan Komdis yang datang hanya sehari sebelum laga.

Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan kurangnya profesionalisme dalam pengelolaan liga.

“Kami sudah berlatih selama lima hari dengan Beckham dalam rencana utama. Namun, semalam sebelum laga, Komdis PSSI tiba-tiba memberi tahu bahwa ia dilarang bermain. Ini tidak masuk akal dan sangat tidak profesional,” tegas Hodak, dikutip dari Jawa Pos pada Sabtu (23/2/2025).

Pelatih asal Kroasia itu juga mempertanyakan alasan di balik keputusan yang baru keluar hampir seminggu setelah insiden terjadi.

“Bagaimana mungkin sebuah liga profesional mengeluarkan keputusan sesaat sebelum pertandingan? Ini merugikan tim dan memengaruhi strategi kami,” tambahnya.

Selebrasi ‘Tiris’ Dinilai Provokatif

Sanksi terhadap Beckham bermula dari selebrasi ‘tiris’ yang dilakukan usai memberi assist kepada David da Silva dalam laga melawan Persija Jakarta.

Gestur menyilangkan tangan di dada tersebut dinilai Komdis sebagai bentuk provokasi yang memicu emosi suporter tuan rumah.

Akibatnya, Beckham harus absen dalam tiga pertandingan penting melawan Madura United, Persebaya Surabaya, dan Persik Kediri.

Ketidakhadirannya memaksa Persib merombak strategi mendadak, yang berdampak pada hasil imbang di laga kandang melawan Madura United.

Deja Vu Keputusan Kontroversial

Kasus ini bukan kali pertama Persib menghadapi keputusan mendadak dari Komdis PSSI. Musim lalu, sanksi serupa menimpa pemain mereka, Alberto Rodriguez, yang digantikan oleh Nick Kuipers hanya beberapa jam sebelum laga melawan PSIS Semarang.

Meski Komdis PSSI mengakui kesalahan, kejadian serupa kembali terulang musim ini.

Reaksi Pengamat dan Mantan Pelatih

Keputusan Komdis ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk mantan asisten pelatih Persib, Manuel Cascallana, yang menilai standar PSSI dalam menjatuhkan sanksi masih jauh dari ideal.

Memurutnya, Komdis perlu lebih transparan dan konsisten dalam pengambilan keputusan. Ini merugikan klub dan kompetisi secara keseluruhan.

Sementara itu, beberapa pengamat sepak bola nasional juga mempertanyakan dasar hukum serta waktu pengambilan keputusan yang dianggap tidak profesional.

Mereka menyerukan reformasi dalam pengelolaan disiplin liga agar insiden serupa tidak terus berulang.

Persib Hadapi Tantangan Berat

Tanpa kehadiran Beckham, Persib menghadapi tantangan berat dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen Liga 1.

Tiga laga mendatang melawan tim kuat akan menjadi ujian besar bagi Maung Bandung untuk membuktikan ketangguhannya di tengah berbagai hambatan.

Dengan kontroversi ini, pertanyaan besar pun muncul: apakah Komdis PSSI akan belajar dari kesalahan, atau justru mengulangi pola keputusan mendadak yang merugikan klub?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini