
Ciamis, Jabarupdate: Harga ayam broiler di Pasar Manis Ciamis terpantau tinggi, berkisar antara Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.
Kenaikan ini berbeda mencolok dengan harga di kandang peternak yang jauh lebih murah, hanya Rp 27.000 per kilogram, seperti yang ditemukan di wilayah Kelurahan Kertasari, Ciamis, pada Jumat (5/9/2025).
Lonjakan harga ayam broiler di Pasar Manis diduga dipicu tingginya permintaan, terutama karena banyaknya hajatan di bulan Maulid (Rabiul Awal).
Permintaan yang melonjak ini mendorong pedagang pasar menaikkan harga jual. Namun, di kandang peternak, harga tetap stabil dan jauh lebih terjangkau, menciptakan selisih hingga Rp 13.000 per kilogram.
Salah seorang warga Ciamis, Sumarni (42), mengaku beralih membeli ayam broiler langsung di kandang untuk menghemat pengeluaran.
“Harga di kandang cuma Rp 27.000 per kilogram. Kalau di pasar, harganya jauh lebih mahal, bisa sampai Rp 40.000,” ujarnya saat ditemui di tempat pemotongan ayam yang ada di Kelurahan Kertasari.
Sumarni juga menyampaikan keheranannya atas perbedaan harga yang signifikan antara kandang dan Pasar Manis, padahal jarak keduanya tidak terlalu jauh.
“Saya heran, kok bisa beda jauh begini. Tapi kalau beli di kandang, memang lebih murah, meski harus potong sendiri dan tidak dapat bumbu seperti di pasar,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan dinamika pasar lokal yang dipengaruhi permintaan musiman. Bagi warga yang ingin berhemat, membeli langsung dari kandang menjadi alternatif menarik, meski dengan sedikit tambahan usaha untuk pengolahan.
Namun, pedagang pasar tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan kepraktisan, meski dengan harga lebih tinggi.
Harga ayam broiler yang fluktuatif ini menjadi perhatian warga Ciamis, terutama di tengah tingginya kebutuhan untuk acara-acara tertentu.
Bagi konsumen, kata Sumarni, memilih tempat pembelian yang tepat bisa menjadi solusi untuk menekan pengeluaran tanpa mengorbankan kebutuhan.
Laporan: Maharaja



